Harga Minyak Dunia Menguat Ditopang Penyusutan Stok AS
Rabu, 28 Agustus 2019 - 10:25 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Ditopang Penyusutan Stok AS
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah menanjak naik pada perdagangan, Rabu (28/8/2019) dengan minyak mentah berjangka AS melonjak hingga 1%. Dorongan datang setelah laporan inventaris menunjukkan stok minyak AS mengalami penyusutan melebihi ekspektasi untuk membantu meredakan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi akibat perang perdagangan AS versus China.
Harga minyak mentah berjangka Brent, seperti dilansir Reuters hari ini terpantau menguat 37 sen atau 0,6% menjadi USD59,88 per barel pada pukul 02.20 GMT. Selanjutnya harga minyak berjangka AS yakni West Texas intermediate juga melompat 55 sen yang setara dengan 1,0%, ke posisi USD55,48 per barel.
Stok minyak mentah AS turun tajam pekan lalu serta impor merosot 11,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi 2 juta barel, menurut data dari kelompok industri, American Petroleum Institute (API). Laporan mingguan pemerintah AS akan dirilis Rabu pagi dan jika angka resmi mengkonfirmasi data API, maka itu akan menjadi penurunan mingguan terbesar dalam sembilan minggu.
"Penurunan persediaan minyak mentah yang sangat besar, setidaknya untuk saat ini, telah mengistirahatkan malapetaka resesi dan curamnya proyeksi AS yang telah menggantung di pasar minyak seperti awan gelap," kata Stephen Innes, managing partner di Valor Markets.
Seperti diketahui harga minyak mentah telah jatuh sekitar 20% dari posisi tertinggi sepanjang tahun 2019 yang dicapai pada bulan April. Hal itu sebagian karena kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China dapat merusak ekonomi global, hingga dampaknya bisa mengurangi permintaan minyak.
Harga minyak mentah berjangka Brent, seperti dilansir Reuters hari ini terpantau menguat 37 sen atau 0,6% menjadi USD59,88 per barel pada pukul 02.20 GMT. Selanjutnya harga minyak berjangka AS yakni West Texas intermediate juga melompat 55 sen yang setara dengan 1,0%, ke posisi USD55,48 per barel.
Stok minyak mentah AS turun tajam pekan lalu serta impor merosot 11,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi 2 juta barel, menurut data dari kelompok industri, American Petroleum Institute (API). Laporan mingguan pemerintah AS akan dirilis Rabu pagi dan jika angka resmi mengkonfirmasi data API, maka itu akan menjadi penurunan mingguan terbesar dalam sembilan minggu.
"Penurunan persediaan minyak mentah yang sangat besar, setidaknya untuk saat ini, telah mengistirahatkan malapetaka resesi dan curamnya proyeksi AS yang telah menggantung di pasar minyak seperti awan gelap," kata Stephen Innes, managing partner di Valor Markets.
Seperti diketahui harga minyak mentah telah jatuh sekitar 20% dari posisi tertinggi sepanjang tahun 2019 yang dicapai pada bulan April. Hal itu sebagian karena kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China dapat merusak ekonomi global, hingga dampaknya bisa mengurangi permintaan minyak.
(akr)
Lihat Juga :