Economic Outlook 2020, BI Proyeksi Perang Dagang Berlangsung Panjang

Rabu, 28 Agustus 2019 - 13:24 WIB
Economic Outlook 2020,...
Economic Outlook 2020, BI Proyeksi Perang Dagang Berlangsung Panjang
A A A
JAKARTA - Dalam Economic Outlook 2020, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan bahwa perang dagang antara dua ekonomi besar dunia yakni Amerika Serikat (AS) versus China bakal berlangsung panjang. Dampaknya diterangkan bakal menggerus ekspor negara-negara emerging market, termasuk di antaranya Indonesia.

"Perang dagang AS-China diprediksi akan berlangsung panjang. Fase pertama sudah dimulai, bisa kita lihat bahwa perdagangan global menurun drastis dan di negara-negara emerging market, para bank sentral menurunkan suku bunganya," ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Seminar Economic Outlook 2020 di Jakarta, Rabu(28/8/2019).

Ia mengatakan bahwa ada dua channel yang akan terdampak, pertama adalah sektor riil dimana ekspor akan terganggu. Hal ini mulai terlihat saat terjadi penurunan ekspor terus menerus baik itu dari sisi komoditi atau manufaktur, lalu kemudian pada sektor keuangan.

"Di channel sektor keuangan terjadi ketidakpastian global, dimana yield dari AS mencapai level terendah yaitu 1,5%. Para investor saat ini lari ke aset yang low risk," lanjut Destry.

Tercatat bahwa perekonomian Indonesia mayoritas didorong oleh ekonomi domestik yang terdiri dari unsur konsumsi masyarakat sebesar 55%, investasi 30% dan government spending 9%. Dengan komposisi tersebut, BI menyakini kondisi ekonomi domestik mampu menahan tekanan dari global.

"Ekonomi domestik kita lebih kuat dibandingkan negara emerging market lainnya, dengan demikian sumber pertumbuhan kita berasal dari ekonomi domestik. Asalkan konsumsinya pun produktif," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Capai 5,5% di 2024
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved