Era Ekonomi Digital, Infrastruktur ICT Indonesia Masih Belum Memadai

Rabu, 28 Agustus 2019 - 13:54 WIB
Era Ekonomi Digital,...
Era Ekonomi Digital, Infrastruktur ICT Indonesia Masih Belum Memadai
A A A
JAKARTA - Dalam era ekonomi digital memunculkan transisi dimana bank bukan lagi menjadi satu-satunya opsi pembayaran. E-payment non bank seperti Go-Pay, OVO, Dana, dan yang lainnya turut meramaikan lingkup perekonomian digital. Pembayaran non-bank ini sangat dinikmati oleh para consuming class, khususnya generasi millenial.

"Kita bisa lihat ya penggunaan e-payment butuh koneksi internet dan kecanggihan teknologi, tapi sayangnya infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) kita masih terlambat," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam Economic Outlook 2020 yang digelar Bank UOB di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Sambung Rudiantara menyebutkan, bahwa dibandingkan dengan negara-negara tetangga, infrastruktur ICT milik Indonesia masih belum memadai. "Pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur ICT sangat kecil, hanya 0,1% dari GDP," tegasnya.

Selain menyinggung masalah infrastruktur ICT, Menkominfo juga menambahkan bank-bank perlu mengikuti perkembangan era digital. "Saat ini udah zamannya artificial intelligence (AI) dan contextual notification, bank harus bisa melakukan engagement yang lebih terhadap nasabahnya melalui fitur-fitur tersebut," papar Rudiantara.

Dengan perkembangan ekonomi digital saat ini, pemerintah masih optimis karena tidak bisa dipungkiri kemunculan unicorn karya anak bangsa mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat. "Kita melihat adanya ekonomi baru, didominasi oleh e-commerce, jasa dan transportasi online, maupun kuliner berbasis online yang serba cepat dan efisien. Efisiensi ini yang mendorong ekonomi kita," tambahnya.

Rudiantara menyebutkan bahwa pemerintah perlu fokus pada peningkatan infrastruktur ICT, sehingga semua masyarakat bahkan di daerah terpencil bisa menikmati akses internet. "Akses internet ini juga harus diterapkan di sekolah-sekolah, anak-anak harus diajarkan berpikir kritis sejak dini, dan internet menjadi sumber referensi mereka. Dengan terlatih berpikir kritis, mereka yang nantinya jadi penopang perekonomian kita pun akan menjadi pribadi unggul," pungkas Rudiantara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Potensi Ekonomi Digital...
Potensi Ekonomi Digital Diprediksi Bisa Capai 9,5% dari PDB
Waspada Kejahatan Digital
Waspada Kejahatan Digital
Membina Kebhinekaan...
Membina Kebhinekaan Melalui Transformasi Era Digital
Resmi, PT Samafitro...
Resmi, PT Samafitro Menjadi Distributor Solusi AIDC Honeywell di Indonesia
BSSN: Teknologi Informasi...
BSSN: Teknologi Informasi Berperan Wujudkan Indonesia Maju
Era Booming Teknologi...
Era Booming Teknologi Digital, Ekonom Sebut Ada 4 Tantangan Krusial
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
23 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
3 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved