PLN: Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru Diperkirakan 1.555 MW

Kamis, 29 Agustus 2019 - 21:01 WIB
PLN: Kebutuhan Listrik...
PLN: Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru Diperkirakan 1.555 MW
A A A
BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan listrik untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 1.555 MW. Kebutuhan daya listrik tersebut diasumsikan dari jumlah rata-rata konsumsi listrik per kapita sebesar 4.000 kwh pada 2024 seiring mulai tahapan perpindahan pemeritahan.

General Manajer PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Djoko Dwijatno mengatakan, asumsi kebutuhan listrik tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait pengembangan ibu kota.

"Ini baru asumsi dasar, masih akan disesuaikan dengan hasil rancangan pemerintah nanti. Akan terus berkembang," kata Djoko saat temu media di Kantor PLN Wilayah Kalimantan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (29/8/19).

Saat ini sistem kelistrikan di Kalimantan mempunyai daya mampu sebesar 2.094 MW dan beban puncak 1.432 MW, sehingga cadangannya mencapai 617 MW. Pasokan listrik wiilayah tersebut berasal dari sejumlah pembangkit yang tersebar di sejumlah titik di antaranya PLTG Tanjung Batu, PLTU Teluk Balikpapan, PLTU Kaltim, dan PLTG Senipah.

"Khusus untuk Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara masing masing konsumsi listriknya 15 MW dan 71 MW," ujar Djoko.

Diketahui pada awal pekan ini Presiden Joko Widodo memutuskan lokasi ibu kota baru akan berlokasi di Kecamatan Semoja, Kutai Kertanegara dan di Kecamatan Sepaku Semoi, Penajam Paser Utara. Diperkirakan sebanyak 1,5 juta aparat sipil negara (ASN) ikut pindah ke ibu kota baru pada 2024 mendatang.

Djoko mengungkapkan, hingga 2028 mendatang, PLN telah menyusun rencana pengembangan infrastruktur termasuk pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 4.000 MW lebih. Sehingga kebutuhan listrik di ibu kota baru dipastikan terpenuhi.

Adapun untuk memasok kebutuhan listrik ibu kota baru, PLN mendesain konsep zero down time yang memungkinkan pasokan listrik tanpa gangguan. Sistem ini akan dipasok listrik daru dua gardu induk yang saling terhubung sehingga bisa saling mem-backup.

Sementara itu, Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Khairullah menambahkan, untuk memasok listrik ibu kota baru perlu pasokan yang andal. Terkaitbhal tersebut PLN telah memiliki konsep pengembangan dan distribusi agar bisa melayani masyarakat dan instansi pemerintah yang berkantor di ibu kota.

"Jadi ke depannya sistem interkoneksi kalimantan timur, tengah dan utara akan memiliki tiga jalur transmisi. Kalau untuk di wilayah ibu kotanya kita pakai sistem smart grid, akan lebih andal," katanya.

Akan tetapi, ujar dia, konsep yang pengembangan yang dimiliki PLN saat ini masih bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Nantinya, PLN masih akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain di pemerintahan. Yang jelas, kata dia, penataan infrastruktur PLN seperti jaringan transmisi dan distribusi akan dibuat sistem kabel bawah tanah agar lebih rapi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Siap Dukung Keandalan...
PLN Siap Dukung Keandalan Listrik Ibu Kota Baru
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Listrik Provinsi Penyangga...
Listrik Provinsi Penyangga Ibu Kota Baru Makin Andal
Krakatau Sarana Properti...
Krakatau Sarana Properti Siap Nimbrung Dalam Pengembangan IKN Nusantara
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Bangun Tiga Infrastruktur,...
Bangun Tiga Infrastruktur, PLN Siap Pasok Listrik Ibu Kota Baru
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
1 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
2 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
5 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
6 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved