Perang Dagang Makin Dalam, Harga Minyak Merosot

Selasa, 03 September 2019 - 14:49 WIB
Perang Dagang Makin...
Perang Dagang Makin Dalam, Harga Minyak Merosot
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia kembali turun akibat kekhawatiran pasar atas perkembangan perang perdagangan AS-China. Di bagian lain, data ekonomi Korea Selatan yang lemah menambah kekhawatiran atas pasar negara berkembang dan peningkatan output OPEC.

Hari ini, minyak mentah AS CLc1 tercatat turun USD26 sen, atau 0,5%, menjadi USD54,84 per barel. Sementara minyak Brent LCOc1 turun USD6 sen menjadi USD58,60 per barel.

Amerika Serikat minggu ini memberlakukan tarif 15% untuk berbagai barang China dan dibalas oleh Negeri Panda itu dengan mengenakan bea baru pada daftar target senilai USD75 miliar. Aksi saling balas itu memperdalam perang dagang yang telah berkecamuk selama lebih dari setahun.

Sementara, ekonomi Korea Selatan berkembang di bawah dari perkiraan selama kuartal kedua karena ekspor direvisi turun akibat sengketa perdagangan AS-China yang berkepanjangan. Di luar itu, Argentina yang memberlakukan kontrol modal juga makin meningkatkan kekhawatiran akan risiko di pasar yang sedang berkembang.

"Minyak akan berjuang untuk membuat kemajuan besar minggu ini tanpa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan atau pertemuan, data lunak dari Asia dan kemungkinan retaknya tekad OPEC untuk mengendalikan produksi," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters, Selasa (3/9/2019).

Output dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tercatat naik pada bulan Agustus lalu karena pasokan yang lebih tinggi dari Irak dan Nigeria yang melebihi pengekangan oleh Arab Saudi.

Padahal, OPEC, Rusia dan non-anggota lainnya, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat pada bulan Desember untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari tahun ini. Bagian OPEC dari pemotongan adalah 800.000 barel per hari, yang akan dikirimkan oleh 11 anggota.

Selain itu, produksi minyak Rusia pada Agustus naik menjadi 11,294 juta barel per hari, melampaui tingkat yang telah dijanjikan Moskow untuk pembatasan produksi.

Meski demikian, Menteri Energi Rusia Alexander Novak menegaskan, Rusia akan sepenuhnya mematuhi perjanjian selama September untuk memotong produksi minyak di antara OPEC dan beberapa produsen non-OPEC.

"Apa yang buruk untuk prospek pertumbuhan global saat ini buruk pula untuk harga minyak dan hanya penarikan besar dalam persediaan yang dapat menunda penyimpangan yang lebih rendah," kata Greg McKenna, ahli strategi di McKenna Macro.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Perang Pasokan antara...
Perang Pasokan antara AS dengan OPEC Bikin Harga Minyak Dunia Memanas
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Berita Terkini
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
17 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
28 menit yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
48 menit yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
2 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved