Bangun Kemitraan Demi Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 04 September 2019 - 22:28 WIB
Bangun Kemitraan Demi...
Bangun Kemitraan Demi Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan
A A A
BALI - PTTEP Indonesia (PTT Exploration and Production) menekankan, pentingnya menjaga kemitraan yang berkelanjutan dari segala sektor sebagai upaya mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kerja sama dengan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability, seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk capai SDGs kembali berlangsung di Bali.

"Berdasarkan antusiasme yang kami dapatkan dari peserta seminar dan lokarya di lima kota di seluruh Indonesia pada tahun 2018. Kami memutuskan untuk melanjutkan acara ini di lima kota lainnya di tahun 2019. Mengingat pentingnya menjaga kemitraan yang berkelanjutan, kami akan mengajak pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk terus bekerjasama membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai SDGs," ujar General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara di Bali, Rabu (4/9/2019).

Mengikuti panggilan Kementerian PPN/Bappenas yang mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama merealisasikan pelaksanaan agenda Sustainable Development Goals, terutama poin SDGs No. 17 yaitu, “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDGs,” PTTEP dan Universitas Trisakti, MM-Sustainability, menyelenggarakan rangkaian acara seminar untuk membina relasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintahan, sektor swasta, LSM dan individu di lima kota.

Menjalin kemitraan ini menurut Afiat, perlu dibina agar para pemangku kepentingan dapat bersama-sama membantu Indonesia mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Selain seminar, akan diadakan juga lokakarya pada tanggal 05 dan 06 September 2019 yang bertujuan untuk melatih LSM lokal tentang bagaimana cara terlibat secara profesional dan efektif dalam bermitra dengan sektor swasta dan pemerintah. Lokakarya ini akan dipimpin oleh instruktur dari Universitas Trisakti MM-Sustainablity.

Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs adalah lanjutan dari serangkaian seminar di tahun 2018 serta 2019 yang sebelumnya diadakan di 7 kota yaitu Jakarta, Makassar, Palembang, Medan, Surabaya, Balikpapan dan Pekanbaru.

PTTEP Indonesia sejak seminar-nya yang ke-7 menyediakan bazaar untuk UMKM dan social entrepreneur sebagai bentuk nyata komitmen PTTEP untuk tidak hanya memberikan forum knowledge sharing untuk membangun SDGs tetapi juga untuk membantu social entrepreneur dan masyarakat lokal.

UMKM dan social entrepreneur yang mengadakan bazaar di seminar SDGs ini adalah Bali Arabica, Sokambu, Bumbu Pejang, Medusa dan Nderes. UMKM tersebut tepilih karena menjunjung produk Bali serta memberdayakan masyarakat serta kearifan dan sumberdaya (termasuk SDM) lokal sekitar.

Bali pada tahun 2017 silam menjadi tuan rumah untuk Sidang World Parliementary Forum on Sustainable Development. Sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap ekonomi wisata di Indonesia, Bali mengadopsi standar-standar dan pedoman internasional untuk mencapai Sustainable Development.

Dr. Drs. Ida Bagus Kade Subhiksu, M.M - Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan) Provinsi Bali beserta Afiat Djajanegara - General Affairs Manager PTTEP secara resmi membuka seminar ketiga di tahun 2019 ini. Seminar di Bali merupakan seminar ke-8 yang telah diadakan oleh PTTEP Indonesia dan CECT MM-Sustainability Universitas Trisakti setelah sebelumnnya diadakan di Pekanbaru pada bulan Juni tahun 2019.

Sebagai ahlinya bidang SDGs di Pemerintahan Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si - Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BAPPEDA Litbang Provinsi Bali menjadi salah satu pembicara pada sesi pertama.

Tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor yang antara lain juga hadir mengisi acara adalah: Cahyo Alkantana – President of Indonesia Adventure Travel Trade Association, Dony Aryantho - SKK Migas Jabanusa, Maria R. Nindita – Founder CECsT MM-Sustainability Trisakti, Gayatri Syafri – PTTEP Indonesia, Jalal - Co-Founder CSRI Indonesia, I Komang Sukarsana – Founder Kopi Tourism, dan Agung Widiastuti dari Yayasan Kalimajari binaan PTTEP Indonesia.

Tokoh-tokoh ini sepakat bahwa tanpa kerjasama yang kuat oleh seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan, SDGs tidak dapat tercapai. Para pemangku kepentingan dapat bekerjasama dan memberikan kontribusi sesuai perannya antara lain dalam menyediakan wadah, memberikan pedoman dan edukasi, sosialisasi serta kontribusi-kontribusi yang bersifat ril.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan TJSL Berbasis Sosial dan Lingkungan, Ini Penjelasannya
Kolaborasi Multi Pihak...
Kolaborasi Multi Pihak Jadi Kunci Tercapainya SDGs
Wujudkan World-Class...
Wujudkan World-Class Sustainable Banking Group, BRI Perkuat Kontribusi terhadap SDGs
Bayer Indonesia Konsisten...
Bayer Indonesia Konsisten Tingkatkan Bisnis Berkelanjutan
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Implementasikan SDGs,...
Implementasikan SDGs, IDSurvey Gelar Aksi Donor Darah
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
7 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
8 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
9 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
10 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved