Menkeu Pede Dana Asing Tak Bakal Hengkang dari Indonesia
Jum'at, 06 September 2019 - 16:49 WIB
Menkeu Pede Dana Asing Tak Bakal Hengkang dari Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimistis dana asing tidak akan hengkang dari Indonesia, meski Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan menurun di tengah pelambatan ekonomi global. Terkait dengan itu, pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi agar tetap menarik bagi investor.
"Apa kebutuhan investor akan kita siapkan agar mereka bisa menerjemahkan minat investasinya menjadi aktivitas investasi. Kalau Indonesia bisa menunjukkan bahwa kita adalah tempat yang aman dan baik untuk investasi, maka mereka akan tetap ke Indonesia," tegas Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (6/9/2019).
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus melakukan upaya maupun membuat kebijakan yang mendukung investasi. Salah satunya, imbuh dia, adalah menghilangkan peraturan-peraturan yang menyebabkan biaya yang tinggi dalam produksi. "Kita akan pangkas cost of doing business yang mahal dan bertele-tele. Kita keluarkan kebijakan perpajakan sebagaimana yang disampaikan kemarin," jelasnya.
Menkeu menambahkan, seluruh kebijakan ini dirancang dalam rangka menciptakan suatu lingkungan ekonomi yang sehat dan stabil serta mendukung pertumbuhan sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga. "Capital itu pada akhirnya akan mencari tempat yang aman, kalau dia lagi jittery maka dia akan mencari tempat yang dianggap aman," tandasnya.
Karena itu, sambung Sri Mulyani, untuk mengantisipasi gejolak perubahan global, pemerintah harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan menguntungkan bagi investasi, dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan stabilitas yang terjaga. Untuk itu, kata dia, kebijakan ekonomi harus pro-investasi dan pembangunan.
"Apa kebutuhan investor akan kita siapkan agar mereka bisa menerjemahkan minat investasinya menjadi aktivitas investasi. Kalau Indonesia bisa menunjukkan bahwa kita adalah tempat yang aman dan baik untuk investasi, maka mereka akan tetap ke Indonesia," tegas Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (6/9/2019).
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus melakukan upaya maupun membuat kebijakan yang mendukung investasi. Salah satunya, imbuh dia, adalah menghilangkan peraturan-peraturan yang menyebabkan biaya yang tinggi dalam produksi. "Kita akan pangkas cost of doing business yang mahal dan bertele-tele. Kita keluarkan kebijakan perpajakan sebagaimana yang disampaikan kemarin," jelasnya.
Menkeu menambahkan, seluruh kebijakan ini dirancang dalam rangka menciptakan suatu lingkungan ekonomi yang sehat dan stabil serta mendukung pertumbuhan sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga. "Capital itu pada akhirnya akan mencari tempat yang aman, kalau dia lagi jittery maka dia akan mencari tempat yang dianggap aman," tandasnya.
Karena itu, sambung Sri Mulyani, untuk mengantisipasi gejolak perubahan global, pemerintah harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan menguntungkan bagi investasi, dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan stabilitas yang terjaga. Untuk itu, kata dia, kebijakan ekonomi harus pro-investasi dan pembangunan.
(fjo)
Lihat Juga :