AP II Ingin Ada Payung Hukum Operasional Transportasi Online di Bandara

Sabtu, 07 September 2019 - 05:03 WIB
AP II Ingin Ada Payung...
AP II Ingin Ada Payung Hukum Operasional Transportasi Online di Bandara
A A A
JAKARTA - Transportasi online saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia dan keberadaannya hampir tidak mungkin ditolak.

Menyusul hal tersebut, perlu adanya payung hukum untuk mengatur operasional transportasi online.

"Transportasi online adalah keniscayaan dan menjadi kebutuhan publik yang perlu dibuat regulasinya," jelas President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, Jumat (6/9/2019).

Dia mengatakan awal berkembangnya transportasi online karena adanya isu kapasitas angkutan massal yang dihadapi masyarakat luas.

"Saat ini transportasi online berkembang di Indonesia, tidak hanya di kota besar, karena dampak dari excess capacity yang ada di publik. Transportasi online adalah implementasi dari sebuah konsep sharing economy untuk mencari nilai tambah atau added value," jelas Muhammad Awaluddin.

Dengan perkembangan yang ada, maka Angkasa Pura II juga membuka diri terhadap transportasi online guna memenuhi permintaan penumpang pesawat dan traveler. Berangkat dari hal itu, kini bandara-bandara Angkasa Pura II mengizinkan beroperasinya transportasi online namun tentu saja dengan regulasi yang telah ditetapkan.

Muhammad Awaluddin mengungkapkan Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara pertama di Indonesia, yang mengakui secara resmi operasional transportasi online sebagai salah satu alternatif moda transportasi bagi penumpang pesawat.

"Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara pertama yang menyediakan transportasi online, bekerja sama dengan salah satu aplikator atau penyedia jasa transportasi online," jelas Muhammad Awaluddin.

Keberadaan transportasi online juga membuat bandara bisa menemukan solusi terhadap kebutuhan transportasi darat bagi penumpang pesawat.

"Sebagai pengelola bandara, kami menyadari transportasi sangat penting. Bandara harus menjamin kalau penumpang bisa datang dan pergi. Kalau penumpang turun pesawat lalu tidak bisa keluar bandara karena transpotasi terbatas, itu yang bisa disalahkan adalah operator bandara," jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun di Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah terdapat sekitar 1.500 unit kendaraan yang digunakan sebagai transportasi online dan sewa khusus.

Jumlah tersebut masih di bawah armada taksi yang mencapai 5.770 unit, terdiri dari 4.911 unit taksi reguler dan 859 unit taksi eksekutif.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rekor, Bandara Soekarno-Hatta...
Rekor, Bandara Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk Sejak Pandemi
Bandara Soekarno-Hatta...
Bandara Soekarno-Hatta Tetapkan Prosedur Baru Keberangkatan Penumpang Pesawat
Bandara AP I Layani...
Bandara AP I Layani 5,5 Juta Penumpang Sepanjang Januari 2024
Bandara Soetta Kebanjiran,...
Bandara Soetta Kebanjiran, Bagaimana Operasional Pesawat dan Penerbangan?
AP II Siapkan Inovasi...
AP II Siapkan Inovasi Layanan Kesehatan dan Ritel di Bandara Soekarno-Hatta
Wow! Bandara Soekarno-Hatta...
Wow! Bandara Soekarno-Hatta Punya Protokol Kesehatan Terbaik di Dunia
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
4 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
51 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved