Luncurkan KMS, Kemenhub Berharap Bisa Tepis Berita Hoax

Senin, 09 September 2019 - 11:25 WIB
Luncurkan KMS, Kemenhub...
Luncurkan KMS, Kemenhub Berharap Bisa Tepis Berita Hoax
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik meluncurkan aplikasi Knowledge Management System (KMS). Sistem ini memungkinkan integrasi fungsi sebuah perlakukan kontekstual atau secara sederhana memberikan respons cepat institusi/organisasi terhadap isu-isu yang saling terkait.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan, sebagai sebuah terobosan, aplikasi sistem informasi tersebut bisa tersebar dalam bentuk informasi dan komunikasi sehingga mampu menangkal hoax.

"Diharapkan, dengan adanya KMS ini maka dapat terpetakan persepsi publik secara komprehensif terhadap reputasi Kemenhub untuk menetapkan produk komunikasi yang lebih tepat sasaran," ucapnya di Jakarta, Senin (9/9/2019).

KMS merupakan sebuah proses dalam mengidentifikasi, memilih, mengatur, menyebarkan informasi penting dan keahlian yang merupakan bagian dari knowlegde organisasi dan biasanya berada dalam organisasi secara tidak terstruktur.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan menambahkan, kebijakan yang disampaikan kepada publik nantinya tidak lagi bersifat satu arah namun sudah disesuaikan dengan pelibatan persepsi dan keinginan publik sebagai khalayak utama.

"Manfaatnya, agar dapat terpetakan persepsi publik tentang Kemenhub, terdapat early warning system terhadap isu negatif yang tidak faktual yang berkembang di masyarakat sehingga dapat disusun sebuah strategi komunikasi yang tepat sasaran, efektif, dan terukur," jelas Hengki.

Peluncuran KMS sendiri dilakukan pada Jumat (6/9) pekan lalu sebagai solusi cepat merespons kondisi atau isu-isu yang berkaitan dengan sektor perhubungan/ transportasi. "Pada akhirnya kejadian atau isu-isu transportasi yang berkaitan dengan pelayanan maupun keselamatan bisa kita dalam bentuk informasi publik demi menghindari berita-berita yang tidak benar atau hoax," pungkas Hengki.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyebar Hoax Minta...
Penyebar Hoax Minta Maaf, Pemkab Dairi: Kasus Segera Dihentikan Polda Sumut
Jangan Share Dahulu,...
Jangan Share Dahulu, Begini Cara Mengetahui Informasi Hoaks atau Bukan
Kominfo Ungkap Jumlah...
Kominfo Ungkap Jumlah Isu dan Sebaran Konten Hoaks Pekan Ini
Jangan Salah Info, Ribuan...
Jangan Salah Info, Ribuan Hoaks Covid-19 Masih Bertebaran di Medsos
Viral Video Hoaks Covid-19,...
Viral Video Hoaks Covid-19, Facebook Akui Butuh Waktu Lebih Lama Hapus Konten
Begini Cara Menangkal...
Begini Cara Menangkal Informasi Hoaks Soal Pemilu Versi Kominfo
Berita Terkini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
22 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
45 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved