Kertas Leces Bangkrut, PPA Keluhkan Pembagian Harta yang Tak Sesuai

Senin, 09 September 2019 - 13:50 WIB
Kertas Leces Bangkrut,...
Kertas Leces Bangkrut, PPA Keluhkan Pembagian Harta yang Tak Sesuai
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mengungkapkan bahwa PT Kertas Leces (Perero) mengalami pailit atau bangkrut. Hal ini seiring perseroan pelat merah yang memproduksi kertas itu tidak mampu menghasilkan keuntungan.

"PT Kertas Leces (Persero) dinyatakan pailit sejak tanggal 25 September 2018 sesuai dengan putusan No.43 PK/Pailit/Pdt.Sus-Pailit/2019 No 01/Pdt.Sus," ujar Corporate Secretary PPA Edi Winanto di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dia mengungkapkan keberatan atas pengumuman resmi kurator PT Kertas Leces yang hendak memulai pembagian budel pailit kepada para kreditur.

Hal itu terkait nominal pembagian harta di dalam budel pailit tersebut yang sangat kecil dan tidak sesuai atas aset yang dibebankan hak tanggungan atas nama PPA.

"Hakim pengadilan niaga bermasalah yang keliru menerapkan undang-undang kapan pemegang hak tanggungan memulai pelaksanaan haknya dan lelangnya," jelasnya. Undang-undang (UU) dimaksud adalah UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dia menambahkan, penjualan aset itu laku terjual dengan harga lebih dari Rp11 miliar. Menurutnya, sebagai pemegang hak tanggungan maka PPA semestinya menerima Rp9,5 miliar. Namun, PPA hanya mendapatkan Rp1,2 miliar. Selain itu, PPA keberatan karena kurator mendapatkan pembagian harta juga.

"Tanggungan yang sebesar Rp9,5 miliar sampai sekian lama kuarator menerbitkan daftar pembagian kuota dimana PPA hanya memperoleh pembagian Rp1,2 miliar. Kami mengajukan keberatan karena PPA seharusnya memiliki hak Rp9,5 miliar. Keberatan itu diajukan oleh niaga," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diduga Korsleting Listrik,...
Diduga Korsleting Listrik, Gudang PT Kertas Leces Terbakar
Bawa Nenek-nenek untuk...
Bawa Nenek-nenek untuk Curi Mobil, 3 Pelaku Keder Dihadang dan Mendengar Suara Tembakan di Tol Leces
Erick Thohir Rombak...
Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PT PPA
Beli Ketel Uap Ramah...
Beli Ketel Uap Ramah Lingkungan, Produsen Tisu dan Kertas Surabaya Anggarkan USD10 Juta
Erick Thohir Kembali...
Erick Thohir Kembali Rombak Direksi Perusahaan Pelat Merah, Dirut PT PPA Diganti
PT KAI Berdayakan Aset-asetnya...
PT KAI Berdayakan Aset-asetnya untuk Dongkrak Kinerja Perusahaan
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
22 menit yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
35 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
57 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved