Ekosistem Bakau Perlu Mendapat Perhatian Lebih dari Pemerintah

Senin, 09 September 2019 - 18:23 WIB
Ekosistem Bakau Perlu...
Ekosistem Bakau Perlu Mendapat Perhatian Lebih dari Pemerintah
A A A
JAKARTA - Hutan bakau (mangrove) memegang peran besar dalam ketahanan pesisir, terutama pesisir wilayah Indonesia. Indonesia merupakan rumah bagi 20% populasi bakau dunia, dan juga merupakan negara dengan jumlah variasi bakau terbanyak di dunia, dengan lebih dari 500 spesies.

"Kondisi hutan bakau di Indonesia makin memburuk di awal tahun 2000-an ketika banyak pembukaan tambak udang besar-besaran yang memangkas hingga 40% ekosistem bakau di Indonesia," ujar Director of Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) The Nature Conservancy (TNC) M Imran Amin di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurut TNC, perhatian pemerintah untuk ekosistem bakau sudah bagus yang ditunjukkan melalui Perpres Nomor 73 Tahun 2012. Namun, kebijakan itu baru diturunkan dalam bentuk program-program semata. Turunan Perpres itu baru terwujud lebih konkrit di tahun 2017, dimana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ditunjuk sebagai Kepala Pengolahan Mangrove Indonesia.

Namun, TNC menyayangkan bahwa target pemerintah Indonesia menurunkan emisi karbon hingga 29% tidak disertai pemeliharaan dan pelestarian ekosistem bakau. "Hutan bakau ini menyerap karbon, dan sebagai tambahan, tanaman ini juga sangat bagus untuk ketahanan pesisir, jika pemerintah juga memperhatikan ekosistem bakau, Blue Carbon juga akan berjalan lebih lancar," ujar Director Global Coastal Risk and Resilience TNC Mark Way.

TNC juga menyayangkan pemilihan penggunaan infrastruktur tanggul tsunami yang memakan biaya besar ketimbang bakau. Pemerintah misalnya, menganggarkan Rp668 miliar untuk tanggul tsunami di Palu, sementara kondisi teluk lautnya terbuka dan dalam sehingga infrastruktur tersebut tidak akan efektif.

"Jika kita memikirkan ketahanan pesisir, ada daerah yang memang butuh tanggul tsunami, dan ada daerah yang hanya perlu bakau. Dari sini saja bisa ada efisiensi budget, contohnya desa Mangunharjo di Semarang yang rutin terkena banjir rob, namun setelah ada hutan bakau tidak pernah terjadi lagi," jelas Imran.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Jagoan Ekosistem...
Para Jagoan Ekosistem Digital di Indonesia Ngumpul di The NextDev Summit 2020
Sempat Tak Terawat,...
Sempat Tak Terawat, BJBR Probolinggo Kini Populer di Jawa Timur
Terpukau Pemandangan...
Terpukau Pemandangan Eksotik Taman Hutan Bakau di Denpasar
QNET dan Kodim 1611...
QNET dan Kodim 1611 Badung Tanam 2.000 Bakau di Bali
The NextDev Bareng Huawei...
The NextDev Bareng Huawei Gelar Webinar Ekosistem Digital, Catat Waktunya
Restorasi Bakau Penting...
Restorasi Bakau Penting untuk Pemulihan Lingkungan Pesisir
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved