OPEC Pertimbangkan Perbesar Pangkas Produksi Minyak Mentah

Jum'at, 13 September 2019 - 05:17 WIB
OPEC Pertimbangkan Perbesar...
OPEC Pertimbangkan Perbesar Pangkas Produksi Minyak Mentah
A A A
ABU DHABI - Arab Saudi mengatakan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) tengah mempertimbangkan untuk memperbesar kebijakan pengurangan produksi minyak mentah. Rencana tersebut diterangkan bakal dibahas pada pertemuan selanjutnya di bulan Desember, dimana Arab Saudi juga menyerukan kepatuhan yang lebih baik

Menteri Energi Arab Saudi yang baru ditunjuk mengutarakan, OPEC dan mitra non-OPEC akan mempertimbangkan pengurangan produksi yang lebih dalam pada pertemuan berikutnya. Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah kesimpulan dari Komite Pengawasan Bersama Menteri (JMMC) di Abu Dhabi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kelompok yang didominasi Timur Tengah itu memiliki kesiapan untuk lebih responsif.

Komentar tersebut mencuat saat OPEC dan mitra non-OPEC, yang terkadang disebut sebagai OPEC + telah berjuang menopang masa depan minyak mentah tahun ini. Timbul pertanyaan tentang apakah kelompok ini, yang terdiri dari beberapa negara penghasil minyak paling kuat di dunia, benar-benar memiliki pengaruh besar terhadap pasar minyak mentah dunia.

Koalisi penuh selanjutnya dijadwalkan bakal bertemu di Wina, Austria pada awal Desember 2019 untuk memutuskan apakah tindakan lebih lanjut untuk menstabilkan pasar minyak diperlukan untuk tahun 2020.

Realita Baru

Abdulaziz, yang menggantikan Khalid al-Falih sebagai menteri energi Arab Saudi pada hari Minggu, menggambarkan pertemuan JMMC sebagai langkah "produktif," "berbuah" dan "transparan". Duduk di samping rekanan dari Rusia, Abdulaziz mengatakan perundingan telah "membangunkan" Riyadh dan Moskow ke "kenyataan baru".

Dia menjelaskan kedua negara belum cukup inklusif bagi anggota OPEC lainnya dalam pertemuan sebelumnya, ditambah menjanjikan bahwa ini akan berubah dalam beberapa bulan mendatang. "Saya pikir kolega kami menyambut perubahan ini," tambahnya.

Pemimpin defacto OPEC, Arab Saudi, dan anggota non-OPEC Rusia, merupakan anggota OPEC + yang paling berpengaruh. Dominasi mereka yang semakin besar datang dengan kritik pedas di awal tahun, ketika menteri perminyakan Iran memperingatkan masa depan kartel terancam jika Riyadh dan Moskow terus mengesampingkan anggota OPEC tradisional.

Arab Saudi dan Rusia menegaskan kembali komitmen mereka masing-masing pada pengurangan produksi yang dipimpin OPEC. Seperti diketahui OPEC + sepakat untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari pada awal 2019. Kesepakatan itu menggantikan putaran sebelumnya dari pengurangan produksi yang dimulai pada Januari 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Ogah Genjot Produksi,...
Ogah Genjot Produksi, OPEC Menampar Eropa di Tengah Rencana Embargo Minyak Rusia
OPEC dan Rusia Setuju...
OPEC dan Rusia Setuju Pangkas Produksi Minyak Besar-besaran
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved