Fintech Lending Bisa Jadi Solusi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Jum'at, 13 September 2019 - 18:14 WIB
Fintech Lending Bisa...
Fintech Lending Bisa Jadi Solusi Pembiayaan Ekonomi Kreatif
A A A
JAKARTA - Kehadiran financial technology (fintech) dalam era digital yang semakin berkembang saat ini, diyakini bisa menjadi solusi pembiayaan terhadap ekonomi kreatif. Ditambah keberadaan unicorn e-commerce sepatutnya bisa mendorong produk-produk UMKM lokal untuk diperjualbelikan.

"Saat ini, penggerak ekonomi kreatif kita seperti UKM, masih banyak terhambat di sektor pembiayaan yang mayoritas masih dipegang oleh bank. Apalagi industri kreatif yang asetnya bersifat intangible," ujar Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat(13/9/2019).

Oleh karena itu, pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menilai bahwa inklusi keuangan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan pendapatan individu dan daerah. Inklusi keuangan ini bisa didongkrak dengan keberadaan fintech.

"Fintech dapat menjadi penghubung antara pihak yang membutuhkan pinjaman (borrower) dan pihak pemberi pinjaman (lender) untuk tetap produktif. Alur pendanaannya lebih mudah dan cepat, bunganya juga kompetitif," tambah Fadjar.

Ia menjelaskan bahwa selain upaya crowdfunding, ada bentuk pembiayaan unik yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif, yaitu invoice financing atau pembiayaan tagihan. "Melalui invoice financing, pelaku usaha dapat menjaminkan tagihan yang sedang berjalan dan memperoleh pinjaman secara mudah, cepat, dan aman tanpa khawatir cashflow terganggu. Suntikan modal ini membantu UMKM untuk memastikan bisnisnya dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Fadjar menambahkan bahwa industri fintech lending bisa bekerjasama dengan Bekraf dalam matchmaking dan pendanaan ke UMKM yang sudah dikurasi melalui pemain di sektor fintech lending. Ia berharap bahwa value chain para pelaku ekonomi kreatif bisa dikembangkan sehingga tercipta ekosistem yang lebih mapan dan ada multiplier effect.

"Penyaluran dana fintech lending akan selalu mengutamakan tingkat risiko, namun dengan kerjasama dengan Bekraf, maka ekosistem akan semakin berkembang karena pangsa pasar dan market yang dijangkau lebih luas," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Bekraf Dipisahkan atau...
Bekraf Dipisahkan atau Dihidupkan Kembali, Begini Saran Pengamat
Tegaskan Komitmen Atas...
Tegaskan Komitmen Atas Ekonomi Kreatif, Ganjar Janji Hidupkan Kembali Bekraf Jika Terpilih
Industri Kuliner Berkembang...
Industri Kuliner Berkembang Pesat di Indonesia
Ekonomi Kreatif Penggerak...
Ekonomi Kreatif Penggerak Ekonomi Nasional
Pentingnya Perlindungan...
Pentingnya Perlindungan Hukum Dalam Pembiayaan UMKM, Sandiaga Uno : Solusi Bangkitkan Ekonomi Kreatif dari Keterpurukan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved