Serangan Drone ke Kilang Bikin Produksi Minyak Saudi Berkurang 5,7 Juta Barel

Minggu, 15 September 2019 - 19:59 WIB
Serangan Drone ke Kilang...
Serangan Drone ke Kilang Bikin Produksi Minyak Saudi Berkurang 5,7 Juta Barel
A A A
RIYADH - Arab Saudi telah memangkas produksi minyak dan gas mereka, menyusul serangan pesawat tak berawak alias drone terhadap dua fasilitas minyak utama yang dijalankan oleh perusahaan milik negara yakni Saudi Aramco. Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, serangan itu telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari atau setara setengah dari produksi kerajaan.

Seorang juru bicara pemberontak Yaman Houthi mengatakan, telah mengerahkan 10 pesawat tanpa awak dalam serangan tersebut. Sementara seperti dilansir BBC, Minggu (15/9/2019) Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan itu dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka datang dari Yaman.

Saudi sendiri seperti diketahui memimpin koalisi militer didukung Barat yang mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung pemberontak Houthi. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency (SPA), Pangeran Abdulaziz mengungkapkan serangan itu "mengakibatkan penghentian sementara produksi di pabrik Abqaiq dan Khurais".

Dia menambahkan, bahwa sebagian dari pengurangan itu akan dikompensasi dengan menarik stok minyak Aramco. Sementara itu kini situasi di kedua fasilitas minyak itu telah terkendali, dengan CEO Aramco Amin Nasser memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan drone tersebut.

Dalam sebuah tweet, Mike Pompeo menggambarkan serangan itu sebagai "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia". Melalui kicauannya, Pompeo mengungkapkan Teheran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi. Sedangkan Rouhani dan Zarif berpura-pura terlibat dalam diplomasi.

"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia. Tidak ada bukti serangan datang dari Yaman," tulis Pompeo dalam tweet-nya.

Lebih lanjut, Ia menyerukan agar semua negara secara terbuka dan tegas mengutuk serangan Iran. AS sendiri dipastikan akan bekerja dengan sekutunya untuk memastikan pasar energi tetap tersuplai dengan baik dan "Iran bertanggung jawab atas agresi", tambahnya.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak Trump meninggalkan kesepakatan yang membatasi kegiatan nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi. Tayangan TV menunjukkan kobaran api besar di Abqaiq, lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar Aramco, sementara serangan pesawat tak berawak kedua mulai terjadi diikuti kebakaran di ladang minyak Khurais.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Melonjak,...
Harga Minyak Melonjak, Saudi Aramco Kantongi Rp660,7 Triliun Hanya dalam 3 Bulan
Saudi Aramco Bersedia...
Saudi Aramco Bersedia Kerek Produksi Minyak Mentah 12 Juta Bph
Arab Saudi Bahkan Tak...
Arab Saudi Bahkan Tak Mampu Menahan Riak Perang Rusia Ukraina ke Harga Minyak
Sinyal Kejatuhan Sektor...
Sinyal Kejatuhan Sektor Minyak Arab Saudi Mulai Terlihat
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Raksasa Minyak Saudi...
Raksasa Minyak Saudi Aramco Raup Laba Rp455 Triliun, Turun Hampir 40 Persen
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
36 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved