CORE: BI Rate Turun Dampaknya Belum Terasa Dalam Waktu Dekat

Kamis, 19 September 2019 - 17:47 WIB
CORE: BI Rate Turun...
CORE: BI Rate Turun Dampaknya Belum Terasa Dalam Waktu Dekat
A A A
JAKARTA - Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai, dampak penurunan suku bunga memang belum terasa, belum tertransmisikan ke penurunan suku bunga kredit. Pertumbuhan kredit juga belum mengalami lonjakan yang berarti.

"Demikian juga dengan investasi. Tapi penurunan suku bunga akumulatif sebesar 25 bps ini sangat dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kita di tengah perlambatan ekonomi global," kata Piter saat dihubungi, Kamis (19/9/2019).

Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% dari sebelumnya 5,50%.

Melalui kebijakannya yang secara konsisten menurunkan suku bunga BI menegaskan komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Piter, stabilitas tetap penting, tapi di tengah perlambatan ekonomi global sekarang ini BI berani untuk lebih mengutamakan pertumbuhan. Ini adalah bentuk nyata kebijakan yang counter cyclical.

"Sayangnya kebijakan BI yang agresif melonggarkan likuiditas dan menurunkan suku bunga dalam rangka menstimulus perekonomian justru tidak diimbangi oleh kebijakan fiskal," ujarnya.

Kebijakan fiskal justru terlihat main aman, mengedepankan stabilitas ketimbang pertumbuhan. Hal ini terlihat nyata di postur APBN 2019 dan juga RAPBN 2020 dimana pemerintah berusaha meningkatkan penerimaan pajak dan menurunkan defisit.

"Peningkatan penerimaan pajak cenderung akan menahan pertumbuhan. Demikian juga dengan mengurangi defisit. Tidak memiliki semangat mendorong pertumbuhan," imbuh dia.

Dia menambahkan, kebijakan BI menurunkan suku bunga dan juga melonggarkan likuiditas memang tidak akan secara spontan meningkatkan pertumbuhan kredit.

"Ada lag (jeda respon) sekitar satu sampai dengan dua kuartal baru akan berdampak, pertama ke suku bunga kredit dan kemudian ke pertumbuhan penyaluran kredit," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved