Luar Biasa, 2,5 Juta Petani Jateng Sudah Masuk Data Kartu Tani

Senin, 23 September 2019 - 22:52 WIB
Luar Biasa, 2,5 Juta...
Luar Biasa, 2,5 Juta Petani Jateng Sudah Masuk Data Kartu Tani
A A A
JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mendata 2,5 juta petani untuk kepemilikan kartu tani. Dari total 2,8 juta petani, tinggal 300.000 petani yang saat ini belum terdata atau masuk dalam big data kartu tani.

"Kami terus mengebut pendataan dengan mempercepat program Kartu Tani. Saat ini hanya kurang 300.000 petani saja yang belum menerima Kartu Tani. Bulan ini, sudah ada 194.871 kartu yang dalam proses pembagian," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Suryo Banendro.

Suryo menerangkan, Kartu Tani selain untuk memastikan pemberian subsidi pada petani tepat sasaran, juga merupakan data real petani. Seperti jenis cocok tanaman, luas lahan, dan lokasinya. Hal itu berguna untuk memantau produksi pertanian Jateng dengan baik.

"Sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Suryo.

Pihaknya menargetkan dalam waktu yang tidak lama, semua petani di Jateng sudah mendapatkan kartu tani. Pihaknya juga akan terus menyosialisasikan tentang penggunaan dan manfaat dari kartu tersebut.

Di Jateng, program Kartu Tani yang diluncurkan pada 2015 lalu oleh Gubernur Jateng bukan hanya untuk memudahkan para petani dan bicara soal pembagian pupuk bersubdisi saja. Namun lebih dari itu, program itu adalah upaya pendataan petani di Jawa Tengah sesuai kondisi di lapangan.

Program tersebut pun sebenarnya adalah pendataan untuk mengetahui siapa, tanam apa, di mana dan berapa luasannya, untuk kemudian diambil kebijakan yang sesuai bagi mereka.

Dalam beberapa kesempatan lain, Gubernur Ganjar, menegaskan program Kartu Tani bukan hanya berbicara soal pupuk bersubsidi, namun lebih pada pendataan petani di lapangan.

Menurutnya, data pertanian itu penting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

"Saat ini, hanya Jawa Tengah yang memiliki data pertanian terlengkap yang tidak dimiliki daerah lain. Mulai data siapa petaninya, di mana lokasinya, dia tanam apa, berapa luasannya dan lain sebagainya," kata Ganjar.

Data-data tersebut, tambah Ganjar, sangatlah penting untuk dasar pengambilan kebijakan soal pertanian Jateng dan Indonesia di masa yang akan datang.

Tak heran bila akhirnya Kementerian Pertanian (Kementan) menobatkan program Kartu Tani Jawa Tengah termasuk 3 provinsi terbaik nasional. Penobatkan itu dilakukan dalam pertemuan perencanaan kebutuhan pupuk berbasis e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

"Penghargaan ini akan menjadi penyemangat untuk menyukseskan program Kartu Tani. Juga untuk menginspirasi daerah-daerah lainnya agar lebih menggenjot program kartu tani," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Senin (23/9/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, program Kartu Tani Jateng dinilai paling baik dibanding daerah lain karena sejumlah faktor. Di antaranya implementasi penyaluran, tingkat implementasi penggunaan, hingga upload e-RDKK sebagai database kartu tani.

"Seluruh program kartu tani nasional kemarin dievaluasi. Dan Jateng yang terbaik dari segi implementasi, transaksi, hingga penyusunan e-RDKK sebagai basis data program kartu tani itu," kata Sarwo Edhy.

Di tingkat implementasi penyaluran Kartu Tani, lanjut Sarwo Edhy, Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang menyalurkan Kartu Tani ke seluruh petani di kabupaten atau kota. Total ada 35 kabupaten dan kota se-Jateng menjadi sasaran dari program Kartu Tani itu.

"Hingga saat ini, sudah ada 2,5 juta dari 2,8 juta petani Jateng yang telah mendapatkan Kartu Tani. Ini merupakan reputasi yang luar biasa," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Manfaat Kartu Tani Diperkenalkan...
Manfaat Kartu Tani Diperkenalkan ke Petani Tanah Laut
Legislator di Daerah...
Legislator di Daerah Diharapkan Turut Dukung Program Pertanian
5.571 Kartu Tani Disebar...
5.571 Kartu Tani Disebar ke Petani Manuju dan Bontomarannu
Kementan Salurkan 76....
Kementan Salurkan 76. 000 Kartu Tani untuk Bantu Petani di Gowa
2021, Kartu Tani Ditargetkan...
2021, Kartu Tani Ditargetkan Berlangsung Efektif
Kartu Tani Diterapkan...
Kartu Tani Diterapkan di 4 Daerah Per 1 September
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
15 menit yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Infografis
Zikir Singkat Pagi dan...
Zikir Singkat Pagi dan Sore Hari, Memiliki Keutamaan Luar Biasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved