Rupiah Hari Kedua Pekan Ini Ditutup Tak Berdaya, Dolar AS Merayap Tipis
Selasa, 24 September 2019 - 17:38 WIB
Rupiah Hari Kedua Pekan Ini Ditutup Tak Berdaya, Dolar AS Merayap Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (24/9/2019) ditutup semakin tak berdaya untuk terus terperosok ke zona merah. Kejatuhan kurs rupiah mengiringi penguatan lanjutan dolar AS, sedangkan euro masih berjuang di tengah sinyal negatif terkait kondisi ekonomi zona euro.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merosot hingga menyentuh level Rp14.100/USD dari sebelumnya Rp14.083/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.074 hingga Rp14.110/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga terpuruk ke posisi Rp14.113/USD dibandingkan sesi penutupan awal pekan, kemarin Rp14.085/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp14.080-Rp14.113/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah loyo untuk berada di posisi Rp14.132/USD atau melemah cukup dalam dari level sebelumnya Rp14.095/USD. Kurs rupiah cenderung masih tertekan di tengah faktor eksternal yang penuh ketidakpastian.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp14.099/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya usai sebelumnya Rp14.077/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menguat pada perdagangan Selasa ketika euro berjuang di tengah masalah ekonomi zona euro. Sementara Poundsterling masih berkutat dekat posisi terendah satu minggu sebelum keputusan Mahkamah Agung terkait dengan penangguhan parlemen Inggris bulan ini.
Para pelaku pasar juga mengawasi dengan cermat seputar pembicaraan perdagangan China dan AS, dimana ekspektasi yang terus-menerus berubah tentang prospek kesepakatan. Dolar AS tercatat hanya naik tipis terhadap Yen Jepang menjadi 107,59.
Akan tetapi USD lebih tinggi terhadap enam mata uang lainnya di level 98,664. Terpantau Dolar AS stabil versus Euro, yang tetap di bawah 1,10 untuk melanjutnya tren negatif bagi euro. Pounds juga masih berada di kisaran 1,2429 atau dekat level terendah satu minggu terhadap USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merosot hingga menyentuh level Rp14.100/USD dari sebelumnya Rp14.083/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.074 hingga Rp14.110/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga terpuruk ke posisi Rp14.113/USD dibandingkan sesi penutupan awal pekan, kemarin Rp14.085/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara level Rp14.080-Rp14.113/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah loyo untuk berada di posisi Rp14.132/USD atau melemah cukup dalam dari level sebelumnya Rp14.095/USD. Kurs rupiah cenderung masih tertekan di tengah faktor eksternal yang penuh ketidakpastian.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp14.099/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya usai sebelumnya Rp14.077/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menguat pada perdagangan Selasa ketika euro berjuang di tengah masalah ekonomi zona euro. Sementara Poundsterling masih berkutat dekat posisi terendah satu minggu sebelum keputusan Mahkamah Agung terkait dengan penangguhan parlemen Inggris bulan ini.
Para pelaku pasar juga mengawasi dengan cermat seputar pembicaraan perdagangan China dan AS, dimana ekspektasi yang terus-menerus berubah tentang prospek kesepakatan. Dolar AS tercatat hanya naik tipis terhadap Yen Jepang menjadi 107,59.
Akan tetapi USD lebih tinggi terhadap enam mata uang lainnya di level 98,664. Terpantau Dolar AS stabil versus Euro, yang tetap di bawah 1,10 untuk melanjutnya tren negatif bagi euro. Pounds juga masih berada di kisaran 1,2429 atau dekat level terendah satu minggu terhadap USD.
(akr)