Hadapi Kekeringan, Pandeglang Terapkan Percepatan Olah Tanam

Selasa, 24 September 2019 - 23:28 WIB
Hadapi Kekeringan, Pandeglang...
Hadapi Kekeringan, Pandeglang Terapkan Percepatan Olah Tanam
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian menyiapkan strategi pengamanan produksi untuk menghadapi kekeringan. Mulai dari pemanfaatan pompa, asuransi, bantuan benih, optimalisasi jaringan irigasi, hingga percepatan olah tanah atau tanam. Berbagai strategi itu ditempuh untuk mengamankan produksi pangan.

Gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi pernah dilakukan di Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pandeglang adalah kontributor beras untuk Banten 34% dan 1% untuk nasional.

Antisipasi terhadap kekeringan bisa dilakukan dengan gilir giring air, memprioritaskan air pada lahan yang sudah mengalami kekeringan dan melakukan percepatan olah tanah dan tanam.

"Identifikasi sumber air alternatif yang masih tersedia dan dapat dimanfaatkan melalui perpompaan dan irigasi air tanah dangkal," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Selasa (24/9/2019).

Selain itu, Kementan juga mengidentifikasi sumber-sumber air yang masih dapat dimanfaatkan dan menyalurkannya dengan pompa pada lahan sawah yang masih terdapat standing crop padi.

"Yang diusulkan dari sungai Cilenyer dengan memanfaatkan pompa. Dibuat long storage yang dapat mengairi pesawahan seluas 400 hektar di Kabupaten Pandeglang yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cisata, Picung dan Patia," sebutnya.

Upaya lain, jika terjadi kekeringan tetapi belum puso, akan dicari sumber air, normalisasi saluran, mobilisasi pompa dan koordinasi dengan instansi terkait.

"Jika kekeringan dan tidak bisa tanam padi akan diberi bantuan benih jagung dan kedelai," tegasnya.

Koordinasi dan pengawalan air dengan cara monitor ketersediaan air di sumber air, harus bisa dilakukan. Dengan mengutamakan jadwal irigasi pada wilayah yang standing crop-nya terdampak kekeringan.

"Selain itu, kami menerapkan dan mengawal gilir-giring air pada daerah irigasi yang airnya terbatas. Serta melakukan penertiban praktik pompa-pompa air ilegal di sepanjang saluran irigasi utama," tutur Sarwo Edhy.

Selain itu, juga dilakukan optimalisasi peranan Brigade Alsintan dalam memobilisasi bantuan pompa air di wilayah yang terdampak kekeringan. Bagi lahan yang masih memiliki ketersediaan sumber air, bila masih memungkinkan, maka ditanami dengan palawija atau aneka kacang.

Kementan juga telah mengeluarkan Informasi Kalender Tanam (KATAM) Musim Tanam Kemarau 2019. KATAM telah terintegrasi dengan prakiraan iklim musim kemarau 2019 oleh BMKG.

"Selain itu, sosialisasi antisipasi kekeringan dan percepatan tanam juga telah dilakukan di beberapa wilayah yang potensi luas tanamnya cukup besar dan yang menjadi wilayah endemik kekeringan," katanya.

Monitoring hari tanpa hujan dari BMKG per tanggal 10 September 2019 menunjukkan, sebagian besar wilayah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sudah tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Dilanda Kekeringan,...
Dilanda Kekeringan, Petani Bogor Diminta Segera Urus Klaim Asuransi
Kementan Beri Saran...
Kementan Beri Saran ke Petani Kabupaten Bogor untuk Hadapi Kekeringan
Ditjen PSP Kementan...
Ditjen PSP Kementan Bantu Petani Bangkalan Atasi Kekeringan dengan Embung
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Ratusan Hektare Lahan...
Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Cihampelas Kekeringan Dibiarkan Tak Terurus
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
13 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
23 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
41 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
51 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved