Rupiah Akhir Pekan Diprediksi Berpotensi Balik Menguat
Jum'at, 27 September 2019 - 09:03 WIB
Rupiah Akhir Pekan Diprediksi Berpotensi Balik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan ini berpotensi berbalik menguat usai seminggu ini masih mengalami pelemahan. Sebelumnya pada sesi perdagangan kemarin, kurs rupiah tertekan untuk terus merosot semakin dalam ke zona merah.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini dikarenakan faktor eksternall seperti dinamika politik AS terus menjadi pembicaraan hangat. "House of Representatives yang didominasi kubu oposisi Partai Demokrat resmi mengajukan proposal pemakzulan (impeachment) terhadap Trump yang akan membuat dolar melemah," ujar Ibrahim di Jakarta, Jumat (27/9/2019).
Selain itu penguatan rupiah didorong oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang terus melakukan intervensi guna untuk menstabilkan mata uang rupiah dengan menjaga stabilitas di pasar uang, valas dan obligasi melalui perdagangan DNDF. "Dalam perdagangan akhir pekan rupiah dibuka menguat tipis sebesar 10-15 point, dikisaran 14.130-14.190," jelasnya.
Sebelumnya kejatuhan kurs rupiah justru terjadi saat dolar AS mengalami tekanan untuk berada dalam posisi lebih rendah saat investor masih mencermati seputar sinyal dalam negosiasi perdagangan AS dan China.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh ke level Rp14.175/USD atau memburuk apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.145/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.130 hingga Rp14.175/USD.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini dikarenakan faktor eksternall seperti dinamika politik AS terus menjadi pembicaraan hangat. "House of Representatives yang didominasi kubu oposisi Partai Demokrat resmi mengajukan proposal pemakzulan (impeachment) terhadap Trump yang akan membuat dolar melemah," ujar Ibrahim di Jakarta, Jumat (27/9/2019).
Selain itu penguatan rupiah didorong oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang terus melakukan intervensi guna untuk menstabilkan mata uang rupiah dengan menjaga stabilitas di pasar uang, valas dan obligasi melalui perdagangan DNDF. "Dalam perdagangan akhir pekan rupiah dibuka menguat tipis sebesar 10-15 point, dikisaran 14.130-14.190," jelasnya.
Sebelumnya kejatuhan kurs rupiah justru terjadi saat dolar AS mengalami tekanan untuk berada dalam posisi lebih rendah saat investor masih mencermati seputar sinyal dalam negosiasi perdagangan AS dan China.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh ke level Rp14.175/USD atau memburuk apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.145/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.130 hingga Rp14.175/USD.
(akr)