Faisal Basri Sebut Banyak Korupsi Lewat Perbankan Pelat Merah

Selasa, 01 Oktober 2019 - 02:09 WIB
Faisal Basri Sebut Banyak...
Faisal Basri Sebut Banyak Korupsi Lewat Perbankan Pelat Merah
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengungkapkan, modus koruptor dalam melakukan aksinya adalah lewat perbankan pelat merah. Meski begitu, Ia enggan mengungkapkan bank BUMN masa saja yang dimanfaatkan.

"Ini modus korupsi lewat bank BUMN. (Tapi) maaf, saya enggak bisa sebut banknya, karena bank BUMN terus memberikan utang kepada proyek yang gagal. Proyek gagal ini bisa terus membayar cicilan dan bunga meskipun proyeknya tidak menghasilkan," ujar Faisal Basri di Jakarta, Senin (30/10).

Sambung dia mengungkapkan, banyak korupsi yang dilakukan adalah menggunakan cicilan bunga dan holding-nya di Singapura atau di luar negeri. "Bayarnya lancar kan, statusnya di mata bank itu kreditnya lancar, padahal enggak lancar," jelasnya.

Dia juga menyayangkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tidak banyak mengungkapkan utang BUMN yang macet akibat sejumlah proyek. "Ini kisah nyata ya, bayarnya lancar, jadi uang dari luar negeri masuk ke bank, uang dari luar negerinya barangkali dari Indonesia hasil korupsi di bawa ke luar negeri. Kemudian dicuci dalam bentuk bayar cicilan, dan bunga ke Indonesia lewat proyek yang gagal itu," papar dia.

Lebih lanjut ungkapnya, modus pertama ayakni pemberian kredit yang berkelanjutan oleh bank BUMN kepada proyek yang gagal. Namun, pembayaran cicilan serta bunganya dilakukan oleh perusahaan induk di luar negeri seperti di Singapura. Modus kedua pembayaran kredit untuk proyek yang dikerjakan suatu perusahaan macet. Kemudian, perusahaan yang sama mengajukan kembali kredit untuk proyek lain guna membiayai proyek sebelumnya.

Ketiga, kredit dari bank BUMN digunakan untuk membangun gedung perkantoran milik seorang menteri. "Gedung itu tak laku, lalu BUMN lain diminta untuk merenovasi dan menyewanya selama lima tahun," ujarnya.

Modus terakhir, bank BUMN diminta menyelamatkan bank swasta yang terkena masalah hingga bangkrut. "Jadi ini modusnya ada satu bank swasta yang sakit berat, eh seluruh bank BUMN yang tanggung-jawab," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Awas, Rontoknya Laba...
Awas, Rontoknya Laba Bank BUMN Bakal Berlanjut
Dibelit Utang Rp55,76...
Dibelit Utang Rp55,76 Triliun, WIKA Minta Penundaan ke Perbankan
Pak Jokowi! Bank BUMN...
Pak Jokowi! Bank BUMN Bisa Sakit Jika Dipaksa Jor-joran Kasih Utangan Saat Krisis
Tiga Bank Syariah Digabung,...
Tiga Bank Syariah Digabung, Erick Thohir: Sejarah Baru Perbankan RI
4 BUMN Ini Jalankan...
4 BUMN Ini Jalankan Bisnis di Timor Leste
Bank Mandiri Diharapkan...
Bank Mandiri Diharapkan Jadi yang Terbaik di Asia
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
1 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
3 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
4 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved