Tiga Bank Syariah Digabung, Erick Thohir: Sejarah Baru Perbankan RI
Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:49 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat, merger atau penggabungan usaha tiga bank umum syariah anak usaha BUMN menjadi tonggak sejarah baru bagi perbankan di Indonesia. Dengan penggabungan itu diharapkan bank syariah nasional mampu mendorong tujuan ekonomi syariah dalan mewujudkan keadilan bagi umat.
"Kita semua tentu berharap agar bank syariah ini semakin mendekati satu tujuan ekonomi syariah yaitu keadilan untuk umat. Sistem keadilan dan transparan sudah membuat bank-bank syariah bertahan di tengah krisis pandemi Covid-19, bahkan mampu menorehkan kinerja yang positif," ujar Erick dalam sebuah tayangan video, Jakarta, Selasa (13/10/2020). (Baca: Ekonom Senior Beberkan Manfaat dan Perlunya Merger Bank Syariah )
Dalam ekspansi ekonomi syariah yang dimotori oleh lembaga perbankan syariah, kata Erick, Indonesia masih tertinggal dengan negara Islam lainnya. Meski demikian, keinginan dan kerja sama yang kuat akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
"Saat ini kita masih tertinggal dari negara Islam lainnya, karena itu kita harus bangkit. Namun, kita juga harus yakin kalau kita bersatu Insha Allah kita mampu menjadi pusat ekonomi dan Keuangan syariah di dunia," kata dia.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN berinisiatif untuk melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) bank BUMN Syariah untuk menyatukan PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. (Baca juga: Merger Bank Syariah Diumumkan Hari Ini, Saham BRIS Melonjak di Pembukaan Perdagangan )
"Kita semua tentu berharap agar bank syariah ini semakin mendekati satu tujuan ekonomi syariah yaitu keadilan untuk umat. Sistem keadilan dan transparan sudah membuat bank-bank syariah bertahan di tengah krisis pandemi Covid-19, bahkan mampu menorehkan kinerja yang positif," ujar Erick dalam sebuah tayangan video, Jakarta, Selasa (13/10/2020). (Baca: Ekonom Senior Beberkan Manfaat dan Perlunya Merger Bank Syariah )
Dalam ekspansi ekonomi syariah yang dimotori oleh lembaga perbankan syariah, kata Erick, Indonesia masih tertinggal dengan negara Islam lainnya. Meski demikian, keinginan dan kerja sama yang kuat akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
"Saat ini kita masih tertinggal dari negara Islam lainnya, karena itu kita harus bangkit. Namun, kita juga harus yakin kalau kita bersatu Insha Allah kita mampu menjadi pusat ekonomi dan Keuangan syariah di dunia," kata dia.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN berinisiatif untuk melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) bank BUMN Syariah untuk menyatukan PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. (Baca juga: Merger Bank Syariah Diumumkan Hari Ini, Saham BRIS Melonjak di Pembukaan Perdagangan )
Lihat Juga :