Wamen Arcandra Pastikan Kuota Solar Bersubsidi Masih Aman

Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:48 WIB
Wamen Arcandra Pastikan...
Wamen Arcandra Pastikan Kuota Solar Bersubsidi Masih Aman
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi masih aman hingga akhir tahun walaupun berpotensi melebihi kuota yang ditetapkan tahun ini. Berdasarkan laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kuota BBM solar berpotensi melebihi kuota sebesar 1,4 juta kiloliter (kl) dari ketetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 14,5 juta kl.

“Kita berfikir optimis kita jalankan dulu. Kita lihat ke depan karena belum habis,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Selasa (1/10/2019).

Menurut dia kuota BBM solar bersubsidi masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya akan memantau perjalanan kuota supaya tetap aman.

Kepala BPH Migas Fanshurullan Asa sempat mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi jenis solar tahun ini berpotensi habis pada November 2019. Untuk menutupi kekurangan maka paling tidak harus ditambah sekitar 1,4 juta kl. “Kami sudah memprediksi akan terjadi over kuota BBM bersubsidi dari yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, kami sepakat untuk melakukan pengendalian,” ujar dia.

Berdasarkan hasil verifikasi BPH Migas realisasi volume BBM bersubsidi jenis solar sampai Juli 2019 sebesar 9,04 juta kiloliter dan diproyeksikan sampai akhir tahun 2019 sebesar 15,31-15,94 juta kl. Artinya, ada potensi kuota berlebih sebesar 0,8-1,4 juta kl atau berpotensi 5,5-9,6%.

Pihaknya menyebut, banyaknya penyelewengan solar bersubsidi dilakukan oleh industri tambang dan perkebunan. “Di duga wilayah penyimpangan BBM subsidi banyak terjadi di daerah tambang dan perkebunan. Selanjutnya, kami bersama pihak berwajib akan berkoordinasi melakukan peningkatan pengawasan, pengendalian, sosialisasi, hingga penindakan hukum,” ujar dia.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid, mengatakan, terdapat sejumlah daerah yang diduga banyak menyelewengkan BBM bersubsidi jenis solar. Adapun wilayah penyelewengan tertinggi terjadi di daerah yang industri tambang dan perkebunan sedang menggeliat.

“Kami mengindikasi ada sejumlah provinsi yang over kuota (utamanya) di daerah yang industri tambangnya mulai bergeliat. Di antaranya Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Sulawesi,” tandas Mas’ud Khami.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subsidi Solar Bisa Terpengaruh?...
Subsidi Solar Bisa Terpengaruh? Menteri ESDM Ubah Formula Harga Dasar Jenis BBM Tertentu
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Harga Bensin di Indonesia...
Harga Bensin di Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga, Ini Perbandingannya
Kuota BBM Subsidi Jebol,...
Kuota BBM Subsidi Jebol, Pemerintah Tambah Pasokan Pertalite dan Solar
Jika Stok Pertalite...
Jika Stok Pertalite Kosong, Guncangan Sosial Mengancam
Pemerintah Diminta Bijak...
Pemerintah Diminta Bijak Sikapi Permintaan Tambahan Kuota Solar Subsidi
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
17 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
33 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Pastikan Finis Runner-up
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved