Ini Penyebab Produk China Lebih Murah

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 05:16 WIB
Ini Penyebab Produk...
Ini Penyebab Produk China Lebih Murah
A A A
JAKARTA - Kepala Seksi Tempat Penimbunan Berikat Lainnya Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Irwan Mashud mengungkapkan penyebab harga produk-produk asal China lebih murah dibandingkan dengan produk dalam negeri di e-commerce. Hal ini dapat dilihat di berbagai penjualan barang online atau e-commerce, dimana produk China menjadi favorit di Indonesia.

"Murah, karena tidak dipungut bea masuk. Dan kita lihat barang-barang di market place yang menjual juga rata-rata barang luar negeri. Hampir 90 persen dari luar negeri. Jarang barang lokal," ujar Irwan di Jakarta.

Sambung dia menerangkan, untuk menanggulangi peredaran barang impor melalui e-commerce pemerintah akan membuat Pusat Logistik Berikat (PLB) khusus e-commerce. PLB tersebut nanti akan menjadi tempat penampungan barang impor dari luar negeri.

Lebih lanjut Ia juga menyoroti munculnya bisnis jasa titip (jastip) untuk pembelian barang dari luar negeri yang juga tidak terkena bea masuk. "Sebenarnya yang jastip dia tidak bayar bea masuk. Kita mau arahkan supaya lewat PLB. Kalau PLB lebih terarah dan kita tahu datanya. Bisa kita pungut bea masuk, kita pungut pajak sehingga negara tidak hanya sekedar kehilangan duit. Selama ini kan mereka masuknya lewat paket gitu," jelasnya.

Irwan mengakui, masih kesulitan melakukan pengawasan terhadap barang impor melalui e-commerce. Pasalnya masih rendahnya aturan pajak online yang menyetor bea masuk dan pajak kepada negara. Ia juga mengungkapkan kondisi di lapangan kerap kali terbentur aturan harga barang yang diwajibkan menyetor bea masuk dan pajak kepada negara.

"Bukan belum mengawasi, karena memang regulasinya kalau barang di bawah USD75 tidak kena bea masuk untuk yang perusahaan jasa titipan. Kalau penumpang ada batasan USD500 per orang. Kalau Anda jalan-jalan keluar negeri di bawah USD 500 tidak kena pajak tidak kena batasan. Ini kan harus kita tarik supaya tetap dipungut," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 6 Merek Terkenal...
Ini 6 Merek Terkenal yang Dicontek China
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Baru, Acer Day Boyong Laptop Tahan Banting
Heboh! Produk Eiger...
Heboh! Produk Eiger Kok Made In China, Manajemen Buka Suara
Dulu Dicaci, Sekarang...
Dulu Dicaci, Sekarang Dicari! 6 Merek China yang Mendunia, Nomor 4 Anda Tak Akan Menduga
Dominasi AS dan Prancis...
Dominasi AS dan Prancis Melemah, Kini Giliran China Terus Mencengkeram Afrika
Barang China Masih Merajai...
Barang China Masih Merajai Produk-Produk Impor Indonesia
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
29 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved