Rupiah Sesi Siang Tak Berdaya, IHSG Balik Memerah
Senin, 07 Oktober 2019 - 12:34 WIB
Rupiah Sesi Siang Tak Berdaya, IHSG Balik Memerah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang, Senin (10/7/2019) hari ini tercatat masih tak berdaya untuk meneruskan raihan negatif. Pelemahan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik memerah setelah sempat membaik di awal sesi.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp14.163/USD atau memburuk dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp14.137/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.138-Rp14.163/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini terjerembab semakin dalam menjadi Rp14.167/USD ketika tadi pagi juga lebih rendah. Faktor eksternal yang penuh ketidakpastian masih membayangi laju fluktuatif mata uang Garuda.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.158/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.190/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.130 hingga Rp14.190/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di zona merah yakni Rp14.156/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menyusut dari posisi sebelumnya Rp14.135/USD.
Di sisi lain, IHSG pada perdagangan siang masih berkutat pada zona merah usai kehilangan -30,25 poin atau 0,50% menjadi 6.031,01 setelah tadi pagi dibuka sempat menanjak sebesar 18,910 poin ke level 6.080,16. Sedangkan sebelumnya pada Jumat (4/10), bursa saham Tanah Air ditutup ke posisi 6.061,25.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,08 triliun dengan 12,00 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp32,06 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp538,18 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp506,12 miliar. Tercatat 186 saham naik, 185 turun dan 173 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Grand Kartech Tbk. (KRAH), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT First Media Tbk. (KBLV).
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp14.163/USD atau memburuk dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp14.137/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.138-Rp14.163/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini terjerembab semakin dalam menjadi Rp14.167/USD ketika tadi pagi juga lebih rendah. Faktor eksternal yang penuh ketidakpastian masih membayangi laju fluktuatif mata uang Garuda.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.158/USD atau sedikit membaik dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.190/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.130 hingga Rp14.190/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di zona merah yakni Rp14.156/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menyusut dari posisi sebelumnya Rp14.135/USD.
Di sisi lain, IHSG pada perdagangan siang masih berkutat pada zona merah usai kehilangan -30,25 poin atau 0,50% menjadi 6.031,01 setelah tadi pagi dibuka sempat menanjak sebesar 18,910 poin ke level 6.080,16. Sedangkan sebelumnya pada Jumat (4/10), bursa saham Tanah Air ditutup ke posisi 6.061,25.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,08 triliun dengan 12,00 miliar saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp32,06 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp538,18 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp506,12 miliar. Tercatat 186 saham naik, 185 turun dan 173 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Grand Kartech Tbk. (KRAH), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT First Media Tbk. (KBLV).
(akr)