Tekan Anggaran, Pemerintah Bangun Gerakan Hidup Sehat

Rabu, 09 Oktober 2019 - 16:30 WIB
Tekan Anggaran, Pemerintah...
Tekan Anggaran, Pemerintah Bangun Gerakan Hidup Sehat
A A A
JAKARTA - Indonesia membutuhkan anggaran yang besar untuk mengoptimalkan pengelolaan obat dan vaksin. Namun karena keterbatasan anggaran, pemerintah harus melakukan efisiensi melalui upaya promotif dan preventif.

Direktur Kesehatan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, upaya promotif dan preventif dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kesehatan dasar di tingkat bawah, yaitu puskesmas.

"Kita memastikan seluruh puskesmas tenaganya terpenuhi. Kemudian di sisi pusat, kita akan coba kemandirian rumah sakit," ujarnya pada diskusi panel "Urgensi Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Vaksin Terkait Efisiensi Anggaran" di Jakarta, baru-baru ini.

Pungkas melanjutkan, pemerintah juga menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat mulai dari pembangunan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa optimal.

"Kami mendorong bagaimana regulasi bisa menciptakan lingkungan yang sehat, peningkatan aktivitas fisik, penyediaan pangan sehat, perbaikan gizi. Sebagai contoh, penyediaan transportasi massal, ruang terbuka publik, dan konektivitas untuk mendorong aktivitas fisik masyarakat," jelasnya.

Dia mengakui adanya batasan belanja terutama belanja barang dalam pemerintah menjadi tantangan untuk mewujudkan Program Indonesia Sehat. Di sisi lain, peran obat dan vaksin sangat krusial dalam upaya promotif dan preventif.

"Ketika biaya-biaya ini dibatasi, tentu ini jadi tantangan bagi pemerintah bagaimana harus meningkatkan dalam batasan-batasan tersebut," tuturnya.

Ketua Indonesian Health Economist Association Hasbullah Thabrany mengatakan, dari total 5% alokasi anggaran pemerintah terhadap kesehatan, Indonesia masih di bawah Sri Lanka dan Bangladesh dalam perbandingan cakupan vaksinasi DPT3. "Sebagian besar rakyat maupun pemerintah tidak paham berapa biaya kebutuhan obat yang mencukupi," ujarnya.

Menurut dia, subsidi energi harus dialihkan ke sektor kesehatan untuk mengatasi ketimpangan belanja kesehatan, termasuk menjadi solusi dalam menutupi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Di tahun anggaran 2019, subsidi energi sebesar Rp160 triliun. Tapi subsidi peserta penerima bantuan iuran (PBI) 40% termiskin cuma Rp26,5 triliun. Kenapa tidak dialihkan saja ke kesehatan," ungkapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polemik UU Kesehatan,...
Polemik UU Kesehatan, Pengamat: Penghapusan Mandatory Spending Tidak Perlu Diributkan
Anggaran Kesehatan Bakal...
Anggaran Kesehatan Bakal Dicairkan Meski Dokumen Belum Lengkap
Sri Mulyani Soroti Realisasi...
Sri Mulyani Soroti Realisasi Anggaran Covid-19 Rendah, Kesehatan Cuma 1,54%
Kemenkeu Puji Komitmen...
Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Total Anggaran Penanganan...
Total Anggaran Penanganan Kesehatan Pemda Rp23 Triliun, Jabar Tertinggi
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
35 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
47 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved