Menhub Gandeng China Tingkatkan Kualitas SDM Kereta Api

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 09:58 WIB
Menhub Gandeng China...
Menhub Gandeng China Tingkatkan Kualitas SDM Kereta Api
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menandatangani kesepakatan bersama tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian di Bidang Perkeretaapian. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kerja sama ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan SDM terkait pengoperasian dan pemeliharaan Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

"Berpijak dari hal tersebut maka dipandang perlu dilakukan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia dan penelitian di bidang perkeretaapian antara Kementerian Perhubungan dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)," ujar Menhub Budi di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Sambung dia menerangkan, keberadaan kereta cepat merupakan hal yang baru di Indonesia. Karena ini hal baru maka perlu dilakukan suatu kebersamaan yang intensif baik itu berkaitan dari segi teknis, pendidikan maupun penelitian.

“Saya menugaskan kepada Sekjen untuk menugaskan tenaga potensial untuk mengawal kegiatan KCIC ini dan bersama-sama belajar dan meneliti apa yang dilakukan. Pasti kita akan belajar banyak tentang suatu kegiatan yang baru ini,” sebut Menhub.

Menurut Menhub, pembelajaran ini sangat penting, karena akan meningkatkan pelayanan dan keselamatan kereta cepat itu sendiri. “Pembelajaran itu penting karena kita ingin bahwa level of service dan level of safety yang diberikan oleh kereta cepat ini harus excellent. Oleh karena itu, kita harus melakukan dengan cermat dan melakukan pengawalan ini secara ketat. Insya Allah ini bisa berjalan,” paparnya.

Menhub menambahkan, Kemenhub mempunyai fungsi sebagai pengawas yang juga akan memberikan sertifikasi. Ia mengatakan, telah memerintahkan agar SDM yang bekerja pada kereta cepat nantinya bisa disekolahkan, baik itu di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemenhub maupun keluar negeri.

“Saya akan tugaskan tim dari kereta api untuk belajar, baik di Cina maupun negara-negara Eropa. Karena mereka ini harus memiliki bekal dengan kompetensi yang baik. Dan sekolah itu pun harus dilengkapi dengan ilmu baru yang berkaitan dengan Kereta Cepat. Lebih jauh, kita harus meneliti tentang kereta cepat di Indonesia, dengan iklim dan sosial budaya seperti ini, apa yang harus dilakukan adaptasi. Apakah itu berkaitan dengan pembuatan sarana atau prasarana, maupun TOD. Pasti ada hal-hal yang baru yang harus diseuaikan dengan di sini,” jelas Menhub.

Jangka waktu Kesepakatan Bersama ini berlaku selama 5 (lima) tahun, dengan ruang lingkup kesepakatan meliputi kerja sama Pendidikan dan Pelatihan tenaga operasional dan perawatan Kereta Cepat Jakarta - Bandung; Penelitian dan pengembangan di bidang perkeretaapian; Pertukaran informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perkeretaapian; Penyediaan dan pertukaran tenaga ahli; Pemanfaatan sarana dan prasarana; dan Kegiatan lain yang disepakati oleh Para Pihak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tarik Ulur Izin Operasi...
Tarik Ulur Izin Operasi Kereta Cepat, Begini Pertimbangan Kemenhub
Kabar Terbaru Proyek...
Kabar Terbaru Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Progres 79,9 Persen, Kapan Kelar?
Progres Kereta Cepat...
Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 80%, Girder Box Sudah Dipasang
Konsesi Kereta Cepat...
Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diminta Jadi 80 Tahun, Iya atau Tidak?
Mohon Masa Konsesi Kereta...
Mohon Masa Konsesi Kereta Cepat Diperpanjang Jadi 80 Tahun, KCIC dan Kemenhub Diskusi Intens
118 Ton Besi Digondol...
118 Ton Besi Digondol Maling, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
42 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved