Pengembangan Empat Bandara di Papua Jadi Fokus Kemenhub

Senin, 14 Oktober 2019 - 00:12 WIB
Pengembangan Empat Bandara...
Pengembangan Empat Bandara di Papua Jadi Fokus Kemenhub
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) fokus untuk mengembangkan empat bandara di Papua Barat. Keempat bandara tersebut yakni Bandara Rendani Manokwari, Bandara Siboru Fakfak, Bandara Raja Ampat dan Bandara Domine Edward Osok Sorong.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Pembangunan Infrastruktur Provinsi Papua Barat tidak lain untuk memudahkan akses transportasi. “Tadi dibahas beberapa bandara antara lain bandara di Manokwari, bandara di Fakfak, bandara di Raja Ampat, dan bandara di Sorong," ujarnya di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

"Selain itu kita bahas berkaitan dengan pelabuhan di Sorong, untuk perbaikan. Apa yang kita lakukan adalah koordinasi dengan pemda Papua barat, karena ada beberapa yang harus diselesaikan permasalahan tanahnya,” sambung Menhub.

Lebih lanjut Ia menegaskan, apabila permasalah tanah telah selesai maka sudah bisa mulai melakukan pekerjaan. “Kalau tanahnya diselesaikan sekarang, seperti Fakfak kita akan mulai melakukan cut and fill tahun depan," ungkapnya.

Akan tetapi, Ia mencontohkan untuk Rendani di Manokwari masih harus diselesaikan soal pembebasan tanah tahun 2020 dan baru akan menyelesaikannya pada tahun 2021. Sedangkan Raja Ampat sepanjang 1525 m, terang Menhub sudah selesai pembebasan lahannya mulai tahun ini dan tahun depan diselesaikan.

Dia merinci, pihaknya menargetkan untuk Bandara Rendani Manokwari, progres pengembangan telah mencapai 25% dan Bandara Raja Ampat selesai 2020. Ditambah Bandara Rendani Manokwari selesai 2021 dan Bandara Siboru Fakfak selesai tahun 2023.

Kemudian, untuk Bandara Sorong menurut Menhub Budi Karya hanya tinggal melengkapi fasilitas garbarata dan memperpanjang runway. "Hal ini percepat pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok, khususnya di desa, daerah pinggiran dan perbatasan guna mempercepat pembangunan untuk mewujudkan konektivitas nasional," jelasnya.

Nantinya ungkap Menhub, pembangunan infrastruktur tersebut akan meningkatkan efisiensi logistik dengan murahnya biaya logistik, meningkatkan efisiensi transaksi barang dan jasa, serta mendorong keberhasilan produk nasional berdaya saing.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 5 Grand Plan Transportasi...
Ini 5 Grand Plan Transportasi Udara, Bali Bakal Jadi Super Hub
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Arti Transportasi Udara...
Arti Transportasi Udara Bagi Menhub Budi Karya Sumadi
Kemenhub Sumringah,...
Kemenhub Sumringah, Transportasi Udara Diklaim Makin Ramai
Bandara Sam Ratulangi...
Bandara Sam Ratulangi Manado Jadi Pusat 'Jembatan Udara' Indonesia Timur
Perpres Belum Turun,...
Perpres Belum Turun, Bandara Halim Masih Beroperasi Normal
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved