Rupiah Tergelincir di Sesi Penutupan Saat Dolar AS Cetak Rebound

Senin, 14 Oktober 2019 - 17:53 WIB
Rupiah Tergelincir di...
Rupiah Tergelincir di Sesi Penutupan Saat Dolar AS Cetak Rebound
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (14/10/2019) ditutup tergelincir setelah sempat membaik pada akhir pekan kemarin. Kejatuhan rupiah terjadi saat USD cetak rebound terhadap enam mata uang utama lainnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah menyusut menjadi Rp14.135/USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.123/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.108 sampai dengan Rp14.135/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga tergelincir menjadi Rp14.139/USD dibandingkan sesi penutupan akhir pekan kemarin Rp14.137 per USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.112-Rp14.139/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore tidak terkecuali juga terlihat tertekan untuk berada pada level Rp14.145/USD. Raihan tersebut sedikit lebih rendah dari sebelumnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.126/USD untuk menjadi sinyal perbaikan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak usai kemarin Rp14.139/USD.

Di sisi lain pada perdagangan Senin, dolar AS mencetak kenaikan saat investor menuju aset yang lebih aman setelah mereka bergerak cenderung lebih hati-hati menyusul kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS dan China. Sebelumnya dolar sempat jatuh pada minggu lalu, dan bahkan sempat merosot tajam pada sesi perdagangan, Jumat kemarin.

Optimisme kesepakatan perdagangan yang bisa dicapai bersamaan dengan dimulainya kembali pembicaraan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris, telah mendorong investor ke dalam aset berisiko. Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan kemarin, mengatakan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan perdagangan yang disebut sebagai Phase 1.

Tapi pada awal pekan, mata uang AS kembali tenang justru saat investor berbalik sedikit berhati-hati. Analis mengatakan kesepakatan parsial antara dua ekonomi terbesar di dunia tampaknya tidak memiliki substansi dengan kemajuan terbatas pada masalah struktural seperti transfer teknologi.

Terhadap euro, tercatat USD justru jatuh sebesar 0,2% menjadi 1,1014 akan tetapi ketika melawan enam mata uang utama lainnya terpantau dolar AS naik 0,2% dengan indeks bertengger di 98,517. Sedangkan Yen terakhir naik 0,2% di 108,25. Mata uang pasar berkembang dan yang terkait erat dengan sentimen risiko yang luas, seperti dolar Australia dan crown Swedia, cetak reli akhir pekan lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
48 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved