Progress Capai 70,96%, Bendungan Napun Gete Ditargetkan Rampung 2020

Selasa, 15 Oktober 2019 - 05:42 WIB
Progress Capai 70,96%,...
Progress Capai 70,96%, Bendungan Napun Gete Ditargetkan Rampung 2020
A A A
JAKARTA - Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air di NTT sejak kurun waktu 2015-2018 Kementerian PUPR telah menyelesaikan dua bendungan yakni Raknamo di Kabupaten Kupang pada tahun 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu tahun 2019. Saat ini sedang digenjot pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka yang direncanakan selesai tahun 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di Nusa Tenggara Timur, yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

"Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," kata Basuki di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Progres pembangunan Bendungan Napun Gete saat ini sudah mencapai 70,96%. Total nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp884 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero). Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 11,22 juta m3 dengan luas genangan 99,78 hektar (Ha). Bendungan ini nantinya akan dapat mengairi sawah irigasi seluas 300 Ha, menyediakan air baku sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 m3 per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Agus Sosiawan, mengatakan selain Bendungan Napun Gete, ada dua bendungan lainnya yang dibangun di Provinsi NTT yaitu Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kabupaten Kupang.

"Kedua bendungan tersebut ditargetkan selesai masing-masing pada akhir tahun 2021 dan tahun 2022. Sementara ada satu lagi bendungan yang akan dibangun, saat ini dalam proses pembahasan teknis yakni Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo dengan kapasitas tampung sebesar 34,14 juta m3," ujarnya.

Bendungan Temef memiliki luas genangan 380 Ha dengan kapasitas tampung 45,78 m3 untuk mengalir irigasi 600 Ha, air baku 10 liter per detik dan potensi tenaga listrik sebesar 2,6 megawatt. Total biaya pengerjaan bendungan Rp1,5 triliun. Pembangunannya dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.

Bendungan Manikin merupakan bendungan yang baru dimulai pengerjaannya tahun 2019 setelah kontraknya ditandatangani pada akhir Desember 2018 dengan kontraktor pelaksana adalah PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung 28,2 juta m3 dengan biaya konstruksi sebesar Rp1,9 triliun. Keberadaan bendungan ini diharapkan untuk menyediakan air baku di Kabupaten Kupang dengan debit sebesar 0,7 m3 per detik, irigasi 310 hektar lahan pertanian, pengendalian banjir 600 m3 per detik, pengembangan pariwisata, serta pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan daya 0,1 MW.

Selain bendungan, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi di enam lokasi sepanjang total 315 Km.

Tiga lokasi diantaranya daerah irigasi (DI) Bendungan Ratiklot di Kabupaten Belu, DI Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan DI Wae Mantar Kabupaten Manggarai. Pembangunan jaringan transmisi air baku dari Bendungan Rotiklot sepanjang 30 Km juga dianggarkan tahun 2019 sebesar Rp20 miliar.

Kemudian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di bendung Mautenda Kabupaten Ende dan Baing di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 58 kilometer. Biaya pengerjaan fisiknya sebesar Rp99 miliar dari anggaran tahun 2019.

Tahun 2015-2018 juga telah dibangun sejumlah embung di Provinsi NTT terutama di daerah rawan air dengan anggaran sebesar Rp. 649,2 miliar di 292 lokasi, yaitu di tahun 2015 pada 136 lokasi, tahun 2016 pada 105 lokasi, tahun 2017 pada 27 lokasi, dan tahun 2018 pada 24 lokasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dorong Pemulihan Ekonomi,...
Dorong Pemulihan Ekonomi, Basuki Percepat Pembangunan Bendungan Pidekso
Food Estate di Kalteng,...
Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
18 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
19 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
29 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Mayjen Iwan Setiawan,...
Mayjen Iwan Setiawan, Jenderal Kopassus yang Capai Puncak Everest
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved