Pengelolaan Perikanan Berbasis Wilayah dan Digitalisasi Demi Cegah Eksploitasi

Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:07 WIB
Pengelolaan Perikanan...
Pengelolaan Perikanan Berbasis Wilayah dan Digitalisasi Demi Cegah Eksploitasi
A A A
BOGOR - Kebijakan pengelolaan perikanan tangkap berbasis WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) akan segera diterapkan, dengan tujuan agar perikanan tidak tereksploitasi secara berlebihan dan bisa berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Arifin Budiyanto.

"Selain itu kebijakan yang selama ini berlaku terlalu sentralistik atau nasional. Padahal laut kita sangat luas yakni 6,8 juta kilometer kalau di manage sentral dari pusat semuanya tak akan efektif," ujarnya usai menjadi pembicara utama Seminar Nasional Perikanan Tangkap ke -8 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Kamis (17/10/2019).

Lebih lanjut Ia menambahkan, laut Indonesia terlampau luas dan memiliki beragam karakteristik biologi, ekonomi dan sosial di satu wilayah dengan yang lainnya berbeda-beda. Jadi satu kebijakan mungkin tepat di satu tempat, tapi tidak tepat di tempat lain yang berada kebiasaan serta karakternya.

"Sehingga tidak bisa pengelolaan perikanan tangkap misalnya berlaku nasional. Maka dari itu kita sangat berharap banyak kebijakan berbasis WPT ini. Bahkan, semua policy harus berbasis science, sehingga nantinya ada dasar ilmiahnya," katanya.

Langkah awalnya dalam menerapakan kebijakan ini adalah merevitalisasi lagi perhitungan secara ilmiah terkait jumlah ikan yang dimiliki Indonesia. Supaya berkelanjutan, hanya bisa diambil maksimum 80% dari stoknya.

"Dari situlah kita turunkan lagi, berapa kapal yang diijinkan, tonasenya seperti apa dan sebagainya. Jadi itu (target tangkapan perikanan) kita akan revitalisasi lagi angkanya," terang dia.

Terkait masih lemahnya kebijakan atau aturan yang ada saat ini sehingga membuat ekploitasi ikan tangkap menjadi berlebihan dan dianggap tak berkelanjutan, menurutnya hal tersebut dikarenakan masing-masing wilayah perikanan berbeda-beda.

"Ada wilayah yang memang sudah over fishing atau penangkapan perikanannya sudah berlebihan. Ada wilayah-wilayah yang potensinya banyak tapi hasil tangkapannya sedikit. Maka dari itu nantinya akan kita atur sedemikian rupa berbasis WPT, sehingga jangan sampai ada lagi satu wilayah over fishing," ungkapnya.

Tapi, lanjut dia yang terpenting adalah kontrol utama terhadap jumlah kapal yang diizinkan beroperasi di wilayah-wilayah tadi, dan dengan pengawasan ketat serta penegakan hukum yang jelas. "Maka ketika ada pelanggaran langsung ditindak, nah itu levelnya WPT sehingga lebih mudah mengontrolnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
21 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
23 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
27 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
28 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
2 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved