Pengamat Nilai Rizal Ramli Layak Menjadi Menteri Ekonomi

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 10:30 WIB
Pengamat Nilai Rizal...
Pengamat Nilai Rizal Ramli Layak Menjadi Menteri Ekonomi
A A A
JAKARTA - Penetapan Joko Widodo sebagai Presiden RI di periode kedua tinggal menunggu hari. Ada segudang persoalan, terutama menyangkut masalah ekonomi yang belum mampu dituntaskan pria yang karib disapa Jokowi di periode pertamanya. Misalnya, utang luar negeri yang mencapai USD393,5 miliar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp5.500 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, Presiden Jokowi harus cermat dalam memilih menteri yang punya komitmen kuat untuk menekan utang luar negeri, bukan malah mempertahankan menteri yang berpaham neoliberal yang gemar berutang dengan bunga yang sangat tinggi.

Selain itu, Jokowi juga perlu memiliki menteri di sektor ekonomi yang punya konsep serta teruji. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan di angka 5% seperti yang terjadi saat ini. Apalagi janji kampanye Jokowi adalah menggenjot perekonomian bisa merangsek ke level 7%.

"Saya melihat kriteria tersebut ada pada sosok ekonom senior Rizal Ramli. Dia mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja. Dia punya jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat," kata pengamat politik Ray Rangkuti kepada wartawan, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, Rizal Ramli mampu mengatasi ancaman ekonomi Indonesia yang bakal nyungsep di angka 4%, sebagaimana disampaikan para analis. Selain itu, Menko Ekuin era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu juga bisa mewujudkan pembangunan dengan tidak lagi mengandalkan utang.

"Dia punya riwayat panjang mengelola ekonomi, cukup berhasil kan waktu itu. Faktanya saat era pemerintahan Gus Dur pertumbuhan ekonomi dari minus 3% bisa terdongkrak menjadi positif 4,5% dalam 21 bulan," tegasnya.

Terkait kehadiran Rizal Ramli di kabinet, menurut Ray, hal itu tidak jadi soal. Rizal bisa menjadi wakil dari kelompok Gerindra, karena pada saat pilpres lalu dia adalah think tank utama capres yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Dia bisa mewujudkan cita-cita Prabowo yang ingin ekonomi melesat hingga dua digit," tukas Ray.

Selain itu, kehadiran Rizal Ramli di kabinet adalah jawaban atas gagasan besar Trisakti dan Nawa Cita di bidang ekonomi yang menekankan kedaulatan dan kemandirian bangsa.

"Kehadirannya di kabinet mewakili ekonom-ekonom anti neoliberal," tandas Ray Rangkuti.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Emak-emak Taruh Harapan...
Emak-emak Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Bangkitkan Ekonomi
Pakar Ekonomi Rizal...
Pakar Ekonomi Rizal Ramli Meninggal Dunia
Rizal Ramli-Faisal Basri,...
Rizal Ramli-Faisal Basri, Dua Ekonom Kritis Meninggal Tahun 2024
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved