Rupiah Diprediksi Menguat Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI
Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:09 WIB
Rupiah Diprediksi Menguat Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, hari ini diperkirakan melanjutkam tren penguatan. Hal ini dipengaruhi jelang rilisan suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang bakal diumumkan oleh Bank Indonesia (BI).
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menerangkan, kurs Rupiah masih ada potensi penguatan hari ini. Bank Sentral Indonesia kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga acuannya untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Inflasi indonesia yang stabil dan Bank Sentral AS yang juga berpotensi memangkas suku bunganya memperbesar kemungkinan tersebut," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Dia menambahkan, ada beberapa kekhawatiran dari isu eksternal juga mereda yaitu isu perjanjian dagang AS dan Tiongkok fase 1 akan ditandatangani. Ditambah isu BREXIT yakni negosiasi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE) yang diprediksi berakhir dengan kesepakatan. "Potensi kisaran Rp13.930 per USD hingga Rp14.050/USD," jelasnya.
Sebelumnya dalam tiga bulan terakhir sejak Juli hingga September, BI telah menjalankan tren suku bunga rendah. Terakhir kali, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,00%.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menerangkan, kurs Rupiah masih ada potensi penguatan hari ini. Bank Sentral Indonesia kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga acuannya untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Inflasi indonesia yang stabil dan Bank Sentral AS yang juga berpotensi memangkas suku bunganya memperbesar kemungkinan tersebut," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Dia menambahkan, ada beberapa kekhawatiran dari isu eksternal juga mereda yaitu isu perjanjian dagang AS dan Tiongkok fase 1 akan ditandatangani. Ditambah isu BREXIT yakni negosiasi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE) yang diprediksi berakhir dengan kesepakatan. "Potensi kisaran Rp13.930 per USD hingga Rp14.050/USD," jelasnya.
Sebelumnya dalam tiga bulan terakhir sejak Juli hingga September, BI telah menjalankan tren suku bunga rendah. Terakhir kali, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,00%.
(akr)