Penjualan Batu Bata PT Bukit Asam Meningkat Jadi 20,6 Juta Ton

Senin, 28 Oktober 2019 - 13:47 WIB
Penjualan Batu Bata...
Penjualan Batu Bata PT Bukit Asam Meningkat Jadi 20,6 Juta Ton
A A A
JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk berhasil mencatatkan kenaikan penjualan batu bara hingga September 2019 menjadi 20,6 juta ton atau meningkat 10,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun penjualan ini ditopang oleh kenaikan produksi batu bara menjadi 21,6 juta ton atau naik 9,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, serta kapasitas angkutan batu bara yang mengalami kenaikan menjadi 17,8 juta ton atau naik 4,7% dari periode Januari hingga September 2018.

Seketris Perusahaan Bukit Asam Suherman menjelaskan, kenaikan penjualan batu bara ini tak lepas dari strategi penjualan yang diterapkan oleh Perseroan dengan menyasar ekspor batu bara ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Filipina dan sejumlah negara Asia lain. Ditambah serta menyasar pasar ekspor baru seperti ke Jepang dan Korea Selatan.

"Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, Perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market. Pendapatan Usaha tercapai sebesar Rp 16,3 Triliuiun," kata Suherman di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Sementara itu sampai dengan Triwulan III tahun 2019, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp16,3 Triliun, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 56%, penjualan batu bara ekspor sebesar 42%. Serta aktivitas lainnya sebesar 2% yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 7,8% menjadi Rp775.675/ton dari Rp841.655 per ton di periode sampai dengan September 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batu bara indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) sebesar 25% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar USD81,3 per ton dari USD108,3 per ton pada periode yang sama tahun lalu.

Demikian juga indeks harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index / ICI) GAR 5000 yang melemah sebesar 21% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar USD50,8 per ton dari USD64,5 per ton pada periode yang sama tahun lalu. Beban Pokok Penjualan sebesar Rp 10,54 Triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PTBA Bakal Ganti Pengurus,...
PTBA Bakal Ganti Pengurus, Realisasi Proyek Gasifikasi Batu Bara Dinanti
Moncer, Produksi Batu...
Moncer, Produksi Batu Bara PTBA Sepanjang 2023 Tembus 41,9 Juta Ton
PTBA Pastikan Proyek...
PTBA Pastikan Proyek Gasifikasi Tetap Berjalan
Bukit Asam Target Produksi...
Bukit Asam Target Produksi Batu Bara Capai 30,3 Juta Ton Tahun Ini
Laba Bersih PTBA Anjlok...
Laba Bersih PTBA Anjlok 51,5% di 2023, Ini Biang Keroknya
China Masih Menjadi...
China Masih Menjadi 'Numero Uno' Tujuan Ekspor PTBA
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
30 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
40 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
2 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
3 jam yang lalu
Infografis
Air Rebusan Kemangi...
Air Rebusan Kemangi Bisa Jadi Andalan atasi Asam Lambung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved