Rupiah Diprediksi Memperkuat Posisi Saat Keputusan The Fed Dinanti
Rabu, 30 Oktober 2019 - 09:11 WIB
Rupiah Diprediksi Memperkuat Posisi Saat Keputusan The Fed Dinanti
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (30/10/2010) diperkirakan mengalami konsolidasi. Selasa kemarin, rupiah ditutup merosot menjadi Rp14.030 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.020/USD. Sentimen negatif datang dari keputusan The Fed yang diyakini bakal memangksa suku bunganya.
"Rupiah mungkin akan berkonsolidasi hari ini menantikan keputusan the Fed Kamis dini hari. Potensi ada pemangkasan 25 bps, tapi berkembang ekspektasi bahwa prospek ke depannya The Fed tidak akan melakukan pemangkasan lagi. Prospek ini bisa mendorong penguatan dollar," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Dia melanjutkan mata uang Garuda diproyeksi akan bergerak di kisaran Rp14.020-Rp14.070 per USD. Sebelumnya data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok menjadi Rp14.030 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.020/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.008 hingga Rp14.035/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menunjukkan performa positif serta melawan tren pelemahan. Hingga sesi penutupan, rupiah bertengger di Rp14.040/USD atau sedikit lebih tinggi dari sesi kemarin Rp14.045/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona merah di posisi Rp14.028/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tertekan usai kemarin Rp14.023/USD.
"Rupiah mungkin akan berkonsolidasi hari ini menantikan keputusan the Fed Kamis dini hari. Potensi ada pemangkasan 25 bps, tapi berkembang ekspektasi bahwa prospek ke depannya The Fed tidak akan melakukan pemangkasan lagi. Prospek ini bisa mendorong penguatan dollar," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Dia melanjutkan mata uang Garuda diproyeksi akan bergerak di kisaran Rp14.020-Rp14.070 per USD. Sebelumnya data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok menjadi Rp14.030 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.020/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.008 hingga Rp14.035/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menunjukkan performa positif serta melawan tren pelemahan. Hingga sesi penutupan, rupiah bertengger di Rp14.040/USD atau sedikit lebih tinggi dari sesi kemarin Rp14.045/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona merah di posisi Rp14.028/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tertekan usai kemarin Rp14.023/USD.
(akr)