Mentan Targetkan dalam Setahun Rawan Pangan Teratasi

Rabu, 30 Oktober 2019 - 21:00 WIB
Mentan Targetkan dalam...
Mentan Targetkan dalam Setahun Rawan Pangan Teratasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dalam tiga bulan ke depan akan memastikan ketersediaan pangan di 88 kabupaten yang dinilai rentan rawan pangan. Target selanjutnya, dalam setahun pemerintah menjamin rawan pangan dapat teratasi.

Kementan telah menyusun program untuk mengentaskan rawan pangan di 88 kabupaten atau sekitar 17,1% wilayah Indonesia yang dinilai masih rentan.
"Target pertama itu makannya. Bagaimana agar mereka lebih siap dari apa yang ada karena itu tugas kita di Kementan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Kementan, tegas dia, akan memastikan ketersediaan lahan untuk ditanami tanaman pangan. Untuk itu diperlukan pengukuran dan pemetaan kontur tanah sehingga pihaknya bisa menentukan langkah intervensi selanjutnya.

"Akhirnya dengan kemandirian mereka bisa. Makanya tidak bisa tingkat pusat saja, tapi para bupati, kepala desa, gubernur, camat. Itu kalau kita mau berhasil," ucapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menambahkan, dalam rangka menangani daerah rentan rawan pangan ini, Kementan telah memiliki program-program intervensi. Salah satunya, pengembangan kawasan rumah pangan lestari.

"Setiap tahunnya kita mengembangkan 2.300 titik kawasan Rumah Pangan Lestari yamg utamanya diikuti keluarga kelompok tani Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, dengan mengembangkan koperasi usaha tani juga menjadi langkah pemerintah mengentaskan daerah rentan rawan pangan. Pasalnya, pendapatan usaha yang kecil juga menjadi penyebab masyarakat di daerah kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.

Kemudian, pengembangan industri pangan lokal dan beberapa upaya lain bernama lumbung pangan masyarakat. Program lumbung pangan masyarakat ini sudah pernah dilakukan Kementan dan tahun depan akan digenjot lebih kencang lagi.

"Sekarang ada sekitar 3.000 lumbung pangan masyarakat tapi tidak semuanya hidup. Artinya ada yang hidup, ada yang mati, ada yang koma, ada yang mati beneran. Ini akan kita benahi lagi secara bertahap lumbung pangan masyarakat," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Jaga Produksi...
Kementan Jaga Produksi dan Pengendalian Pangan
Kementan Dukung Ketersediaan...
Kementan Dukung Ketersediaan Hewan Kurban dan Pangan Strategis di Jakarta
Kimpul Bisa Jadi Alternatif...
Kimpul Bisa Jadi Alternatif Pengganti Nasi, Cocok untuk Penderita Diabetes
Pemerintah Genjot Program...
Pemerintah Genjot Program Upsus Antisipasi Darurat Pangan Nasional
Antisipasi Darurat Pangan,...
Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Bersama Pemprov Kalsel Optimalkan Lahan Rawa
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Irjen Kementan Ingatkan 20% Dana Desa untuk Pertanian
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved