Investor Ragukan AS-China Capai Kesepakatan Seret Wall Street

Jum'at, 01 November 2019 - 10:49 WIB
Investor Ragukan AS-China...
Investor Ragukan AS-China Capai Kesepakatan Seret Wall Street
A A A
JAKARTA - Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh ketika investor meragukan perang dagang akan segera berakhir. Padahal sinyal positif datang dari seputar pembicaraan AS-China bahwa kedua ekonomi terbesar dunia itu selangkah lagi capai kesepakatab phase I, ditambah angin segar datang dari laporan pendapatan saat Apple dan Facebook mencetak kinerja bagus.

Sinyal mixed alias variatif mencuat di sekitar perdagangan untuk memberikan alasan bagi investor bertindak secara hati-hati. Hal ini setelah sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa pejabat Chiba meragukan apakah mungkin mencapai kesepakatan perdagangan jangka panjang yang komprehensif dengan Washington dan Presiden AS Donald Trump.

Tapi Trump kemudian mengatakan, kedua negara bakal segera mengumumkan sebuah kesepakatan dagang atau yang disebut 'phase awal' yang diteken usai KTT di Chilie pada bulan November. Ketidakpastian tersebut membuat S&P 500 mengalami penyusutan untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Sebelumnya indeka sempat menembus rekor terbaik dalam sesi beberapa hari kemarin.

Dow Jones Industrial Average turun mencapai 140,46 poin atau 0,52% menjadi 27.046,23 diikuti kinerja negatif S&P 500 usai kehilangan 9,21 poin yang setara 0,30% ke level 3.037,56. Ditambah selanjutnya Komposit Nasdaq jatuh 11,62 poin atau 0,14% ke posisi 8.292,36.

Sektor Industrials yang peka terhadap kondisi perdagangan, merosot hingga 1,14%. Sementara produsen chip tertekan dengan indeks Philadelphia Semiconductor tergelincir 0,62%. Namun, pendapatan perusahaan masih gemilang untuk membuat saham Apple Inc (AAPL. O) melonjak 2,26% setelah pembuat iPhone itu mencatatkan penjualan lebih baik.

Sedangkan saham Facebook Inc (FB. O) memperoleh dorongan 1,81% setelah melaporkan peningkatan jumlah pengguna dan peningkatan penjualan triwulanan secara berturut-turut. Pendapatan untuk kuartal ketiga diyakini bakal sedikit menyusut 0,8%, menurut data Refinitiv dimana pada awal bulan sebelumnya diharapkan ada peningkatan 2,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
16 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
27 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
48 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
1 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved