ThorCon dan PLN Lakukan Studi Persiapan Implementasi PLTT

Jum'at, 01 November 2019 - 19:44 WIB
ThorCon dan PLN Lakukan...
ThorCon dan PLN Lakukan Studi Persiapan Implementasi PLTT
A A A
JAKARTA - Setelah memperoleh kesepakatan melanjutkan kerja sama dari BLU P3Tek KEBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Thorcon bersama PT PLN (Persero) melangkah ke tahapan berikutnya yaitu melakukan studi persiapan implementasi. Studi tersebut akan membahas banyak aspek khususnya fokus terhadap studi tapak yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan nuklir dan skema bisnis B to B.

Seperti diketahui, Thorcon berencana akan melakukan investasi dengan nilai Rp17 triliun untuk mengembangkan PLTT di Indonesia. Sesuai dengan komitmen dunia untuk menurunkan emisi, dimana target pasca 2030 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sudah harus dikurangi penggunaannya. Dalam studi ini akan dilakukan kajian apakah pembangkit listrik tenaga torium (PLTT) selain bebas emisi juga dapat memberikan solusi yang ideal yang dapat mengurangi pengunaan batu bara yang selama ini dominan untuk digunakan sebagai bahan bakar PLTU.

Kajian itu juga penting mengingat saat ini cadangan batu bara sudah mulai berkurang dan sudah waktunya direncanakan dan dipersiapkan sumber energi bersih yang dapat menggantikan peran batu bara. PLTT adalah salah satu solusi yang memiliki peluang untuk dapat menggantikan PLT batu bara karena memiliki faktor kapasitas 90% jauh di atas PLTU; dapat dibangun dimana saja bahkan mendekati beban; memiliki biaya yang lebih murah daripada PLTU.

"Harapannya berdasarkan hasil kajian tersebut akan membuktikan apakah PLTT dapat menjadi komponen penting dari transisi energi, karena kunci keberhasilan dari transisi adalah menggantikan energi fosil dengan sumber energi bersih bebas karbon yang memiliki kemampuan dan biaya yang sama atau lebih murah dari energi fosil," ungkap Kepala Perwakilan ThorCon Bob S Effendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2019).

Diskusi terhadap studi persiapan tersebut digelar Jumat (18/10) pekan lalu oleh CEO Thorcon International David Devanney, Kepala Perwakilan ThorCon Bob S Effendi dan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi F Roekman, yang didampingi oleh EVP Perencanaan Sistem PLN Adi Priyanto. Diharapkan studi tersebut dapat selesai pertengahan tahun depan.

"Kami berharap Menteri ESDM Arifin Tasrif dapat mendukung perihal PLTN berdasarkan hasil kajian tersebut. Harapannya, ke depan pembangunan PLTT dapat memperbaiki bauran energi serta dapat menurunkan cost PLN dan juga menurunkan Tarif Dasar Listrik (TDL)," imbuh Bob.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
UNS Kerja Sama dengan...
UNS Kerja Sama dengan ThorCon International tentang Pengembangan Nuklir
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
PT Inerco Global International...
PT Inerco Global International Teken Kontrak Senilai Rp300 Miliar dengan Anak Usaha Krakatau Steel
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved