KSSK Nyatakan Sistem Keuangan Indonesia Terkendali

Jum'at, 01 November 2019 - 23:46 WIB
KSSK Nyatakan Sistem...
KSSK Nyatakan Sistem Keuangan Indonesia Terkendali
A A A
JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), menyatakan bahwa perekonomian Indonesia terkendali di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Hal ini tercermin dari stabilnya sistem keuangan pada kuartal III 2019.

KSSK sendiri diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan anggota yang terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Menurut KSSK bahwa sistem keuangan terkendali karena diperkuat oleh kebijakan BI yang menerapkan pelonggaran moneter, dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 100 bps sejak Juli hingga Oktober 2019.

"Penurunan suku bunga ini sejalan dengan prakiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang tetap menarik, serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat," terang Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Selain itu, BI juga melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial. Pertama, meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan melalui pelonggaran pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah.

Kedua, mendorong permintaan kredit pelaku usaha melalui pelonggaran ketentuan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV), termasuk tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor yang berwawasan lingkungan.

"Selain itu, kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Perry menambahkan dalam rangka mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas belanja dan menjaga pelaksanaan program-program prioritas agar APBN mampu memberikan daya dorong yang optimal bagi perekonomian.

"Pemerintah telah mengantisipasi potensi pelebaran defisit fiskal yang mungkin terjadi dan mempertimbangkan secara cermat beberapa opsi pendanaan yang dapat diambil, baik yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), penarikan pinjaman tunai, maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN)," jelasnya.

Selain itu, pemerintah akan mengedepankan prinsip efisiensi dan kehati-hatian dalam pengelolaan utang dengan tetap mengendalikan rasio utang dalam batas aman.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Joss! BNI Terima Dua...
Joss! BNI Terima Dua Penghargaan Sekaligus dari BI
Ini Sepuluh Pokok Aturan...
Ini Sepuluh Pokok Aturan Sistem Pembayaran yang Baru
Prabowo Panggil Komite...
Prabowo Panggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan ke Istana, Bahas Kejatuhan Rupiah?
Eks Petinggi BI Wanti-Wanti,...
Eks Petinggi BI Wanti-Wanti, Jangan Terlena dengan Data Perbankan yang Tersaji
Saat BI Bergula-gula...
Saat BI Bergula-gula Soal Stabilitas Makro dan Sistem Keuangan
Perry Sebut Pandemi...
Perry Sebut Pandemi Corona Mengancam Stabilitas Sistem Keuangan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 menit yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
37 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
55 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved