Eks Petinggi BI Wanti-Wanti, Jangan Terlena dengan Data Perbankan yang Tersaji

Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:29 WIB
loading...
Eks Petinggi BI Wanti-Wanti,...
Darmin Nasution. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Gubernur Bank Indonesia sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengingatkan keberadaan bank-bank sakit akan membahayakan ketahanan sektor keuangan Indonesia di tengah ancaman resesi akibat Covid-19.

Darmin mengatakan, secara umum berbagai indikator penting perbankan memang terlihat masih sehat. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) misalnya, masih berada di sekitar 22% pada Mei lalu. Kemudian rasio kredit bermasalah juga, meski naik dari sekitar 2% menjadi sekitar 3%, tetapi masih di level aman. Pertumbuhan kredit walaupun melambat dari sekitar 5% menjadi sekitar 3%, tetapi tetap tumbuh positif. ( Baca juga:Juragan BI Sawer Rp633 Triliun ke Perbankan Nasional )

Kalau melihat indikator tersebut, menurut Darmin, ketahanan sektor perbankan masih kuat. “Persoalannya, indikator-indikator tersebut adalah indikator agregatif, dia tidak menggambarkan setiap bank yang ada di dalamnya,” ujar Darmin hari ini dalam webinar terkait ketahanan sektor keuangan di Indonesia oleh Iconomics.

Tanpa menyebut jumlah dan nama bank, Darmin mengatakan saat ini ada sejumlah bank dalam kondisi sakit. “Saya kira sangat berisiko membiarkan bank tetap hidup padahal sakit. Bank sakit yang dibiarkan hidup itu seperti orang yang berdiri hampir tenggelam sampai di bibir. Kalau begitu tinggal ada gangguan kecil, tenggelam dia,” ujarnya.

Darmin menjelaskan, saat dirinya menjadi Gubenur BI, pengawasan bank masih berada di bawah BI. Saat itu banyak instrumen yang bisa digunakan BI sehingga tidak ada satu pun bank yang dalam kondisi sakit. “Kalau kita bisa membangun situasi seperti itu di dalam jaring pengaman sektor keuangan, maka kita tidak perlu terlalu khawatir,” ujarnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Global Masih Penuh Ketidakpastian,...
Global Masih Penuh Ketidakpastian, KSSK Ungkap Kondisi Keuangan Nasional di Kuartal I 2026
Prabowo Panggil Komite...
Prabowo Panggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan ke Istana, Bahas Kejatuhan Rupiah?
Digoyang Ketidakpastian...
Digoyang Ketidakpastian Keuangan Global, Cadangan Devisa RI Nyusut Jadi Rp2.561 T
4 Program Stimulus 2025...
4 Program Stimulus 2025 Bakal Lanjut Tahun Ini, Purbaya Umumkan Daftarnya
Dave Laksono Yakin Indonesia...
Dave Laksono Yakin Indonesia Mampu Jaga Stabilitas Pembangunan Nasional
Dirut Bank Bjb Yuddy...
Dirut Bank Bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Best CEO 2020
FEB Unisma Kupas Persoalan...
FEB Unisma Kupas Persoalan Kecurangan Laporan Keuangan
Rekomendasi
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved