Direct Flight Internasional ke Bandung Masih Jadi Favorit

Sabtu, 02 November 2019 - 05:12 WIB
Direct Flight Internasional...
Direct Flight Internasional ke Bandung Masih Jadi Favorit
A A A
BANDUNG - Direct flight atau penerbangan langsung internasional ke Bandara Husein Sastranegara Bandung dinilai masih menjadi favorit wisatawan mancanegara (wisman). Tanpa ada direct flight, wisman masuk ke Bandung dikhawatirkan bakal berkurang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Doddy Herlando, mengakui bila dilihat dari periode Agustus ke September 2019, memang terjadi penurunan jumlah wisman sekitar 2,7%. Turun dari 14.034 orang menjadi 12.917 orang.

"Tetapi secara kumulatif selama periode Januari hingga September 2019, kami mencatat kenaikan 4,36% atau menjadi 115.000 orang. Artinya, penerbangan langsung ke Bandung masih menjadi favorit wisatawan datang ke Jawa Barat," kata Doddy di kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Jumat (1/11/2019).

Menurut dia, wisman asal Singapura dan Malaysia masih mendominasi penerbangan langsung ke Bandung pada periode September 2019. Masing-masing 18,81% atau 2.450 WNA Singapura dan 62,07% atau 8.087 WNA Malaysia. Sementara sisanya dari China, India, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand.

Menurut Doddy, penutupan Bandara Husein Sastranegara dari penerbangan komersial mestinya mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama akses Cisumdawu harus diselesaikan, sehingga jarak tempuh dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) bisa dikalkulasi.

"Biasanya mereka juga pertimbangkan efisiensi waktu. Biasanya jadwal berkunjung wisman sangat padat. Nah kalau waktu mereka habis untuk menempuh jarak dari satu tempat ke lainnya, jadi mereka akan berpikir dua kali. Di Bali aja mereka ambil yang dekat-dekat," jelas dia.

Faktor lainnya, bagaimana membuat daya tarik wisata di kawasan pantura. Sehingga wisman dapat memaksimalkan waktu sebaik mungkin untuk berkunjung di kawasan sekitar Bandara. Sehingga mesti dipikirkan objek daya tarik, kalender event, dan insentif lainnya.

Ketiga, pertimbangkan dinamika bisnis, karena biasanya tak sedikit wisman yang melakukan kunjungan bisnis, kemudian dilanjutkan berwisata. "Nah apakah iklim bisnis di sana sudah menarik. Jadi harus ada sinergitas. Juga bagaimana membuat paket wisata yang menarik," imbuh dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Salip China, Turis Timor...
Salip China, Turis Timor Leste dan Malaysia Paling Banyak Kunjungi Indonesia
Wisman Mulai Berani...
Wisman Mulai Berani Kunjungi Indonesia di Agustus, Naik dari Bulan Kemarin
BPS Catat Jumlah Wisman...
BPS Catat Jumlah Wisman pada Februari Tembus 117 Ribu Kunjungan
Kunjungan Wisman Capai...
Kunjungan Wisman Capai 143.740 di Januari, Via Angkutan Udara Melonjak 740%
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
NTT Genjot Pertumbuhan...
NTT Genjot Pertumbuhan Ekonomi lewat Sektor Pariwisata
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved