Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur Masih Rendah, Maluku-Papua Minus

Selasa, 05 November 2019 - 15:43 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur Masih Rendah, Maluku-Papua Minus
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Kuartal III/2019 pertumbuhan ekonomi wilayah Indonesia Timur masih di bawah target. Bahkan, ungkap Kepala BPS Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua minus 7,43% karena hanya tumbuh 4,41% di periode ini.
"Maluku dan Papua pertumbuhan ekonominya negatif. Pertumbuhan ekonomi di Papua negatif selama tiga kuartal terakhir," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/11/2019).
Dia memerinci, pada periode yang sama tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur masih lebih tinggi. Pasalnya, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,5% dengan pertumbuhannya sebesar 6,87%. Sementara di periode yang sama tahun ini, wilayah ini hanya berkontribusi 2,27% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara, pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara masih lebih baik, karena masih tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,28%. Sementara kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 3,06%.

Selanjutnya, ekonomi Sulawesi tumbuh 6,44% dengan kontribusi terhadap PDB nasional 6,43%. "Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi juga masih di atas nasional," tuturnya.

Pada periode ini, Pulau Jawa masih mendominasi pertumbuhan ekonomi dari wilayah lainnya sebesar 5,56%. Dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 59,15%. "Kalau kita lihat berdasarkan spasial memang strukturnya tidak banyak berubah. 59,15% PDB kita masih berasal dari Jawa," jelasnya.

Sementara itu, Kalimantan mengalami pertumbuhan 5,92% dengan kontribusi terhadap PDB 7,95%. Pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 4,49% dengan kontribusi terhadap PDB terbesar setelah Jawa yaitu 21,14%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
BPS: Indonesia Resmi...
BPS: Indonesia Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 3,49%
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS: Ekonomi Indonesia...
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025
Ramalan Pertumbuhan...
Ramalan Pertumbuhan Ekonomi 2025: Sentuh 5,05 Persen, Meleset dari Target APBN
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
8 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
8 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
9 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
9 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved