Kompleksitas Skema Pembiayaan Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur

Rabu, 06 November 2019 - 19:54 WIB
Kompleksitas Skema Pembiayaan...
Kompleksitas Skema Pembiayaan Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas Sri Bagus Guritno mengatakan bahwa Indonesia memiliki tantangan untuk membangun kerjasama terkait kolaborasi antara investor dan sponsor secara finansial untuk proyek Private Public Partnership (PPP). Skema yang biasa disebut sebagai Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur.

"Diperlukan standarisasi PPP yang bisa diterima secara internasional, sehingga proyek bisa ditawarkan ke pihak internasional untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Sri Bagus Guritno dalam ajang Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019 terkait Private Public Partnership (PPP) di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sambung dia menambahkan, bahwa komposisi kebutuhan investasi di 5 tahun mendatang sudah berubah. "5 tahun lalu, porsi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) lebih tinggi, namun sekarang dari private diharapkan lebih tinggi. Regulasi PPP sendiri harus lebih jelas dan memberikan kepastian," paparnya.

Sementara Direktur PPP Asian Development Bank dari cabang Manila, Takeo Koike menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki common issues yang serupa dengan negara-negara lainnya terkait implementasi PPP. "Kami belum melihat kontrol pusat yang kuat atas PPP, dalam proyek banyak stakeholders. Jadi banyak kompleksitas untuk memproses proyeknya. Hal ini menyebabkan kebingungan," ujar Takeo.

Sri lebih lanjut menerangkan, dalam joint office (Kantor Bersama) KPBU Republik Indonesia, ada empat hal yang sedang dituju, antara lain kesamaan dalam proses, dokumen, knowledge, dan monitoring. Kesamaan ini akan memberikan proses yang lebih pasti.

"Sejauh ini, dalam kantor bersama terdapat 7 institusi yang melakukan fungsi koordinasi, fasilitasi, dan capacity building, diharapkan pelaksanaan fungsi-fungsi ini bisa mengakselerasi implementasi PPP di Indonesia," tutur Sri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wujudkan Ekonomi 8 Persen...
Wujudkan Ekonomi 8 Persen lewat Pembiayaan Kreatif Infrastruktur
APBN Terbatas, Anak...
APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur
Pecah Telor, Intip 2...
Pecah Telor, Intip 2 Proyek Hunian di IKN lewat Skema Pembiayaan Pemerintah-Swasta
ESG Bakal Jadi Landasan...
ESG Bakal Jadi Landasan Proyek Infrastruktur Pemerintah
Kurangi Beban APBN,...
Kurangi Beban APBN, Jokowi Terus Dorong Pembiayaan Proyek Model KPBU
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur Era Prabowo Butuh Uang 3 Kali Lipat dari Periode Jokowi
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
9 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
9 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
9 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
9 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved