Sebelum Natal, Indonesia Kantongi Fasilitas GSP dari AS

Rabu, 06 November 2019 - 22:50 WIB
Sebelum Natal, Indonesia...
Sebelum Natal, Indonesia Kantongi Fasilitas GSP dari AS
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat memberikan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) kepada 3.572 produk Indonesia. Hanya saja, dari jumlah tersebut, baru 836 produk yang sudah dimanfaatkan pelaku usaha di dalam negeri alias belum optimal.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross untuk merampungkan GSP pada Desember tahun ini.

GSP adalah kebijakan yang meringankan bea masuk impor barang-barang tertentu dari negara berkembang ke Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, menerangkan selama ini fasilitas GSP belum maksimal karena informasinya yang disampiakna belum optimal, terutama di sejumlah daerah.

"Karena itu, kita kembangkan Free Trade Agreement (FTA) center di daerah," terang Iman di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Melalui fasilitas tersebut, Kemendag menyampaikan informasi secara perinci mengenai pemanfataan GSP hingga skema yang bisa ditempuh pelaku usaha. Selain itu, para pelaku usaha juga diberi pemahaman terkait ketentuan barang-barang yang boleh diekspor.

"Kami beri pemahaman sedetail-detailnya terutama kepada para pemain baru. Sehingga pelaku usaha mendapatkan pemahaman terkait ketentuan barang-barang yang boleh diekspor," ujarnya.

Adapun kabar terbaru, sebanyak lima produk ekspor Indonesia kembali memperoleh GSP dari AS. Produk tersebut antara lain plywood bambu laminasi, plywood kayu tipis kurang dari 66 mm, bawang bombai kering, barang rotan khusus untuk kerajinan tangan serta kelompok sirup gula, madu buatan, dan karamel.

Dan dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga mengatakan negosiasi GSP dengan AS, sejatinya sudah hampir mencapai titik temu.

Kedua belah pihak menargetkan sebelum Natal tahun ini, fasilitas GSP sudah selesai. "GSP tinggal finalisasi item, sehingga bisa diselesaikan sebelum Natal tahun ini," pungkas Airlangga.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
RI-AS Sepakat Tingkatkan...
RI-AS Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bidang Kesehatan
AS Perpanjang Pembebasan...
AS Perpanjang Pembebasan Tarif Bea Masuk bagi Indonesia
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Indonesia Dorong Ekspor...
Indonesia Dorong Ekspor Produk Kayu ke Amerika Serikat
Luhut Putuskan Ekspor...
Luhut Putuskan Ekspor Batu Bara Dibuka Bertahap Mulai Rabu Ini!
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
49 menit yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
1 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
3 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
4 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
5 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
15 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved