Exponential Era Membutuhkan Exponential Leader

Kamis, 07 November 2019 - 05:03 WIB
Exponential Era Membutuhkan Exponential Leader
Exponential Era Membutuhkan Exponential Leader
A A A
JAKARTA - Saat ini dunia tengah mengalami twin distruption yaitu kehadiran milenial dan percepatan teknologi. Kehadiran kaum milenial telah menggeser peta nilai dari pola konsumerisme di masyarakat secara global.

Mereka menuntut agar setiap produk dan layanan yang diberikan dapat dihadirkan secara lebih cepat, lebih baik, lebih murah, dan lebih mampu memberikan pengalaman yang dirasa nyaman.

Dan hal ini semakin difasilitasi dengan kecepatan laju teknologi yang kini bisa membuat segala sesuatu yang awalnya bahkan tidak terpikirkan bisa betul-betul terjadi.

Kehadiran para kaum milenial pula telah menjadi salah satu pemicu lahirnya sebuah era yang tidak cukup lagi bagi para pelaku industri untuk menghasilkan sesuatu dengan ritme dan pola peningkatan yang incremental. Melainkan kini, diperlukan peningkatan yang eksponensial untuk bisa terus berada dalam kancah 'permainan'.

Oleh karena itu, siapa yang tidak berubah, ia akan punah.

Menurut CEO dari Kubik Leadership, Jamil Azzaini, kepemimpinan adalah prasyarat utama untuk bisa membawa sebuah tim atau organisasi berubah dari satu titik ke titik yang lebih tinggi. Karena tanpa kepemimpinan yang tepat, salah-salah semua investasi dan upaya yang telah dikeluarkan akan berakhir sia-sia.

"Untuk itu seorang leader harus peka dan cepat mengambil keputusan, membuat terobosan dan tidak lupa membangun tim," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Menurut dia, saat ini kita tengah berada di era eksponensial. Maka Anda sadari atau tidak, apa pun yang saat ini diputuskan akan berdampak pada akhir kisah tim anda, dan bahkan organisasi. Nah, katakanlah saat ini Anda telah memilih untuk sadar penuh melakukan aksi-aksi yang eksponensial bersama tim Anda.

Maka sebagai konsekuensinya, upaya yang Anda dan tim lakukan tentulah lebih besar dan lebih menantang daripada biasanya. Dan konsekuensi lanjutannya adalah, tim Anda bisa berada pada kondisi yang membuatnya merasakan kesulitan.

Kesulitan yang jika tidak ditangani dengan tepat maka akan menghadirkan dampak-dampak negatif bagi diri tim Anda secara personal, dan juga kepada orang-orang di sekitarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1135 seconds (10.55#12.26)