Bali Ramah bagi Wisatawan dari Beragam Golongan dan Adat Istiadat

Senin, 11 November 2019 - 22:36 WIB
Bali Ramah bagi Wisatawan...
Bali Ramah bagi Wisatawan dari Beragam Golongan dan Adat Istiadat
A A A
JAKARTA - Tokoh masyarakat Bali Sang Nyoman Suwisma mengatakan, pariwisata di Bali sudah berjalan dengan sangat baik. Kebijakan Pemerintah Bali dalam pariwisata budaya yang berdasarkan budaya Bali yang dijiwai ajaran agama Hindu dan falsafah Tri Hita Karana sebagai potensi utama dengan menggunakan kepariwisataan sebagai wahana aktualisasinya sudah sangat tepat.

Dalam penerapannya, pariwisata yang berbasiskan budaya dilandasi pula oleh kearifan lokal yang bernapaskan agama Hindu. “Karena penerapannya sudah tepat sehingga terwujud hubungan timbal balik yang dinamis antara kepariwisataan dan kebudayaan yang membuat keduanya berkembang secara sinergis, harmonis, dan berkelanjutan untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, kelestarian budaya, dan lingkungan,” kata Sang Nyoman Suwisma kepada SINDOnews, Senin (11/11/2019).

Mantan Ketua Umum Pelaksana Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia ini yakin pemerintah ingin mendorong kemajuan objek-objek wisata nasional di seluruh Indonesia. Tidak ada terkandung maksud pemerintah untuk memprioritaskan kepada salah satu golongan atau keyakinan tertentu dari masyarakat Indonesia.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio memberikan penguatan terhadap objek-objek wisata yang ada di Bali untuk mampu melayani kunjungan para wisatawan yang beranekaragam keyakinan, adat istiadatnya. “Karena pertanyaan kepada menteri yang berkaitan dengan wisata halal, maka dikhususkan kepada agama Islam,” jelasnya.

Mengenai polemik yang akhir-akhir ini muncul, Suwisma menilai ada kekeliruan di dalam menuliskan judul berita. Hal itu karena ada kata “disulap”. Pemilihan kata “disulap” ini yang menimbulkan banyak persepsi dan kesalahpahaman yang menuai polemik kepada pejabat dan masyarakat Bali. “Karena kesalahpahaman, maka menurut saya hal itu tidak perlu diperpanjang lagi sehingga menyebabkan kerugian bagi semua pihak,” tuturnya.

Dengan adanya polemik ini, ia berharap semua wartawan perlu lebih berhati-hati dalam menjabarkan statement para pejabat tinggi negara. Karena setiap pejabat negara pasti sangat paham keniscayaan terhadap keberadaan arti Bhinneka Tunggal Ika bagi bangsa Indonesia.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pelesiran ke Batam,...
Pelesiran ke Batam, Tidak Afdol Kalau Belum Kunjungi Balerang Bridge
Usai Pandemi, Sektor...
Usai Pandemi, Sektor Pariwisata Diharapkan Pulih Lebih Cepat
GTF Bisa Jadi Tonggak...
GTF Bisa Jadi Tonggak Kebangkitan Industri Pariwisata Tanah Air
Wishnutama Dorong Agen...
Wishnutama Dorong Agen Wisata di Indonesia Miliki Platform Digital
Keberadaan Rumah Digital...
Keberadaan Rumah Digital Indonesia Bisa Jadi Etalase Destinasi Wisata Indonesia
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved