OVO Terbuka Jalin Kemitraan Strategis dengan Berbagai Merchant

Selasa, 12 November 2019 - 20:33 WIB
OVO Terbuka Jalin Kemitraan...
OVO Terbuka Jalin Kemitraan Strategis dengan Berbagai Merchant
A A A
JAKARTA - Perusahaan penyedia dompet digital (e-wallet) OVO berharap dapat menjalin kemitraan strategis dengan berbagai merchant, seperti Alfamart untuk memberikan layanan e-wallet kepada masyarakat yang selama ini melakukan top up saldo di minimarket tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih, menyusul keputusan Alfamart menghentikan kerja sama dengan penyedia e-wallet itu, mulai 12 November 2019.

"Terkait sinergi dan kolaborasi, kami sudah beberapa kali bertemu dengan manajemen Alfamart dan mengirimkan surat permohonan perpanjangan kerja sama dengan Alfamart, untuk terus dapat memberikan layanan bagi warga masyarakat yang selama ini melakukan top up saldo OVO di Alfamart. Sayangnya, permohonan kami tidak dapat diterima manajemen Alfamart,” kata Shinta di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan, OVO selalu membuka ruang untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pemerataan akses keuangan digital bagi masyarakat Indonesia. “Selain untuk meningkatkan literasi keuangan, dalam upaya mencapai tujuan tersebut, OVO juga memandang bahwa sinergi dan kolaborasi lintas industri serta interoperabilitas sebagai langkah penting,” jelas Shinta.

Sementara itu, Corporate Communications GM Alfamart Nur Rachman membantah adanya praktik monopoli yang dilakukan di perusahaan itu. Ia mengatakan kontrak kerja sama Alfamart dengan OVO telah berakhir pada 12 November 2019 dan sudah dikonfirmasi kepada pihak OVO.

“Hal ini merupakan hal yang sangat lumrah di dunia usaha. Saat ini, Alfamart bekerja sama dengan berbagai e-money selain GoPay, seperti LinkAja, BCA Flazz hingga Mandiri e-money untuk pembayaran, top up saldo hingga promosi di 13,000 gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Kami selalu menjunjung tinggi etika perusahaan dan selalu mendukung persaingan usaha sehat,” kata Nur.

Sedangkan Head of Corporate Communications GoPay Winny Triswandhani mengungkapkan, bahwa GoPay senantiasa mematuhi peraturan pemerintah dan mendorong persaingan usaha yang sehat dan terciptanya cashless society di Indonesia. “Kami juga berkomitmen untuk mengakselerasi penetrasi non-tunai di Indonesia dengan memudahkan konsumen untuk bertransaksi dan juga berkembang bersama rekan usaha kami,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OVO Beri Donasi untuk...
OVO Beri Donasi untuk Beasiswa Anak-Anak di Pedalaman Papua
Bayar SPP Sekolah, Perguruan...
Bayar SPP Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Kursus kini Bisa lewat OVO
Jangan Ngutang ke Tetangga,...
Jangan Ngutang ke Tetangga, Karena Sekarang UMKM Bisa Ngutang di OVO
Modal Ceban Bisa Investasi,...
Modal Ceban Bisa Investasi, Dua Bulan OVO Diserbu 250 Ribu Investor Pemula
Wow, Lazada Kini Terima...
Wow, Lazada Kini Terima Pembayaran Menggunakan Ovo
Jangan Lupa Kejar Diskon...
Jangan Lupa Kejar Diskon OVO di Promo 11.11 di Grab dan Tokopedia, Begini Caranya!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved