Dana Infrastruktur Kurang, Pemerintah Cari Pembiayaan Alternatif

Kamis, 14 November 2019 - 19:39 WIB
Dana Infrastruktur Kurang,...
Dana Infrastruktur Kurang, Pemerintah Cari Pembiayaan Alternatif
A A A
JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020-2024 belum mampu untuk menopang sebagian besar proyek infrastruktur Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, APBN 2020-2024 hanya mampu menutupi sekitar Rp623 triliun atau sekitar 30% dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp2.058 triliun.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, kebutuhan penyediaan infrastruktur meliputi beragam sektor. Kebutuhan anggaran ini mencakup sektor sumber daya air sebesar Rp577 triliun, sektor jalan dan jembatan Rp573 triliun, sektor permukiman Rp128 triliun, dan sektor perumahan sebesar Rp780 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan, alokasi APBN dalam lima tahun mendatang tidak cukup untuk membiayai seluruh pembiayaan infrastruktur. Ada selisih pendanaan yang harus ditambal melalui skema non-APBN sebesar 70% atau Rp1.435 triliun.

"Dengan keterbatasan APBN, Kementerian PUPR mendorong inovasi pembiayaan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP)," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Eko melanjutkan, Kementerian PUPR akan terlebih dahulu melakukan screening pada proyek-proyek yang akan dikerjakan untuk melihat tingkat kelayakannya. Apabila dinyatakan layak secara ekonomi dan finansial maka akan ditawarkan skema KPBU unsolicited, KPBU tanpa dukungan, atau business to bussiness.

Selanjutnya, jika proyek dinyatakan layak secara ekonomi dan finansial marjinal maka skema yang diberikan KPBU dengan dukungan pemerintah. Kemudian, jika proyek dinyatakan layak secara ekonomi namun tidak layak finansial maka ditawarkan skema KPBU dengan availability payment (AP) penugasan ke BUMN.

"Jika proyek tersebut layak secara ekonomi namun tidak layak finansial dan tidak ada alternatif pembiayaan lain, baru menggunakan APBN/APBD. Jadi APBN paling terakhir," jelasnya.

Eko menuturkan, pemenuhan kebutuhan infrastruktur adalah kebutuhan yang mendesak sehingga Kementerian PUPR perlu mengambil langkah-langkah komprehensif dalam memenuhi gap yang ada. Diharapkan pihak swasta ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur. "Kami mengajak pelaku usaha untuk bekerja sama dalam pembiayaan alternatif," ungkapnya.

Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan SDM bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kadin Indonesia Dandung Sri Harninto mengatakan, pihak swasta membutuhkan kepastian berusaha untuk keberlangsungan bisnisnya. Menurut dia, kerap terjadi perbedaan dari rencana bisnis yang ditawarkan dengan realisasi di lapangan. "Swasta butuh kepastian usaha, kepastian hukum, perizinan, sehingga mereka mau masuk dalam pembangunan infrastruktur," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telan Anggaran Rp2.058...
Telan Anggaran Rp2.058 Triliun, APBN Cuma Sanggup Biayai 30% Infrastruktur hingga 2024
Belanja Infrastruktur...
Belanja Infrastruktur PUPR di 2020 Capai Rp87,5 Triliun, Ini Rinciannya
Kementerian PUPR Dukung...
Kementerian PUPR Dukung Penghijauan Infrastruktur
Kementerian PUPR Kembali...
Kementerian PUPR Kembali Buka Lelang Proyek Infrastruktur Dasar IKN
Kementerian PUPR Sebut...
Kementerian PUPR Sebut Capaian 10 Tahun Infrastruktur Tingkatkan Kualitas Hidup
KemenPUPR Dapat Anggaran...
KemenPUPR Dapat Anggaran Jumbo Rp149,8 Triliun, Jokowi: Harus Berdampak Signifikan
Berita Terkini
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
12 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
25 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
44 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
52 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
1 jam yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved