Rupiah Membaik hingga Oktober, Sri Mulyani Waspadai Pembalikan Arus Modal

Senin, 18 November 2019 - 14:44 WIB
Rupiah Membaik hingga...
Rupiah Membaik hingga Oktober, Sri Mulyani Waspadai Pembalikan Arus Modal
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada pada posisi yang stabil dengan kecenderungan menguat seiring terjaganya aliran modal ke dalam negeri dan pelonggaran likuiditas. Meski begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap mewaspadai adanya pembalikan aliran modal ke depannya.

Lebih lanjut Ia menerangkan rupiah terhadap USD hingga akhir Oktober 2019 mencapai Rp14.197 per USD. Nilai tukar rupiah ini lebih kuat dari Asumsi APBN 2019 yang mencapai Rp15.000/USD. "Nilai tukar rupiah Rp14.197/USD lebih kuat. Trend suku bunga menolong jadi asumsinya mendekati awal sangat baik," ujar Menku Sri Mulyani saat konpres APBNKita di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Sambung dia mengungkapkan, kurs rupiah terapresiasi sebesar 1,96% (ytd) dibandingkan awal tahun 2019. Hal ini seiring prospek aliran modal ke emerging market termasuk Indonesia akan menjamin tetap terjaganya stabilitas keuangan nasional.

"Namun demikian, kewaspadaan terhadap pembalikan aliran modal ke depan juga perlu diwaspadai. Hingga akhir September 2019, cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup tinggi, yakni sebesar USD124,3 miliar, menurun dibandingkan posisi akhir Agustus 2019 sebesar USD126,4 miliar," paparnya.

Adapun saat ini posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Defisit APBN Melebar,...
Defisit APBN Melebar, Modal Asing Mengalir
Dana Asing Terus Kabur,...
Dana Asing Terus Kabur, Sri Mulyani Ungkap Pasar Keuangan Masih Tertekan
Baru Awal Tahun, APBN...
Baru Awal Tahun, APBN Tekor Rp135,7 Triliun hingga Akhir Februari
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
Rupiah Nyungsep, Anggaran...
Rupiah Nyungsep, Anggaran Proyek IKN dari APBN Ikut Bengkak?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved