Agar Ekonomi Stabil 5%, Danareksa: Genjot Belanja Pemerintah

Kamis, 21 November 2019 - 22:46 WIB
Agar Ekonomi Stabil...
Agar Ekonomi Stabil 5%, Danareksa: Genjot Belanja Pemerintah
A A A
JAKARTA - Danareksa Research Institute (DRI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun ini, berpotensi melambat tetapi mendekati level 5%, seiring tekanan dari dalam dan luar negeri serta pelaku pasar yang masih menunggu (wait and see) iklim usaha kondusif.

Head of Danareksa Research Institute Moekti Prasetiani Soejachmoen mengatakan saat ini terjadi penurunan angka impor, terutama impor barang modal dan bahan baku. Ini berarti dalam 3-6 bulan ke depan, perekonomian Indonesia masih melambat.

Neraca perdagangan yang surplus pada Oktober lalu, juga dinilai bukan berarti pertanda yang baik karena bisa jadi surplus tersebut karena adanya penurunan impor yang lebih dalam dari ekspor.

"Hal ini memberikan sinyal di kuartal IV ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dan sepanjang 2019, pertumbuhan ekonomi lebih mendekati 5%. Untuk mencapai 5,05% dirasa berat karena pengaruh impor yang terus menurun," kata Moekti, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengumumkan ekspor periode Oktober 2019, yang terkontraksi 6,13% year-on-year (YoY) dan impor turun 16,39% YoY. Ini membuat neraca perdagangan Indonesia surplus USD160 juta.

Selain itu, katanya, faktor perlambatan ekonomi juga dipengaruhi banyaknya pihak yang masih wait and see dengan iklim usaha di Indonesia.

Sebab itu, dia menegaskan yang paling cepat dapat mendorong perekonomian Indonesia pada kuartal IV ini adalah belanja pemerintah (government spending), seperti bantuan sosial langsung ke masyarakat kelas bawah.

"Namun saat ini nilainya tidak banyak, karena hingga bulan Oktober 2019, realisasi bantuan sosial sudah mencapai 95%, sehingga dirasa tidak terlalu berdampak signifikan, apalagi ditambah dengan nilai impor yang turun lagi sehingga dirasa berat," jelas Moekti.

Sebagai informasi, pada kuartal III 2019, pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,02% YoY. PDB tersebut melambat dari kuartal I dan II 2019 yang tumbuh masing-masing 5,07% dan 5,05%. PDB kuartal III bahkan menjadi yang terendah sejak kuartal II 2017.

Moekti menjelaskan perlambatan ekonomi Indonesia saat ini merupakan dampak dari perlambatan ekonomi global. Itu artinya, permintaan dunia terhadap barang-barang produksi negara-negara juga turun, yang pada akhirnya berdampak pada sektor manufaktur dan komoditas.

Saat ini, ekspor komoditas Indonesia secara volume naik, tetapi karena harganya turun maka nilai ekspor Indonesia juga turun.

Namun, Danareksa optimis ekonomi tahun 2020 akan lebih baik dibanding tahun 2019, karena efek perang dagang AS-China sudah mulai mereda, adanya kepastian Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa), dan dampak dari penurunan suku bunga Bank Indonesia, yang akan mulai terasa di awal tahun 2020.

"Sehingga suku bunga pinjaman turun dan diharapkan bisnis sektor mulai meminjam dana modal ke bank sehingga produksi meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi: Pertumbuhan...
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih Minus
Pemerintah Tolong Pancing...
Pemerintah Tolong Pancing Orang Kaya Belanja Produk Mahal
Optimalisasi Belanja...
Optimalisasi Belanja Pemerintah
Topang Pertumbuhan Ekonomi,...
Topang Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Pemerintah Tumbuh 5,49% di Kuartal III-2025
Belanja Rp2.747 Triliun...
Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Jokowi Bidik Ekonomi...
Jokowi Bidik Ekonomi Tumbuh 5,3% di 2023, Pengamat Singgung Penurunan Belanja Negara
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
6 menit yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
30 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
58 menit yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
1 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
1 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved