IHSG Sesi Pagi Masih Tak Berdaya Saat Bursa Asia Bergerak Stabil
Jum'at, 22 November 2019 - 09:53 WIB
IHSG Sesi Pagi Masih Tak Berdaya Saat Bursa Asia Bergerak Stabil
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (22/11/2019) dibuka masih melemah untuk mengiringi laju stabil kebanyakan bursa utama Asia lainnya. Pada sesi pagi akhir pekan, IHSG jatuh 1,57 poin atau 0,02% ke level 6.115,79.
Sebelumnya pada penutupan, Kamis (21/11) kemarin ditutup ambruk untuk terus merosot sepanjang hari menjelang akhir pekan. Pelemahan IHSG terlihat hingga akhir sesi, usai anjlok -37,75 poin yang setara -0,61% menjadi 6.117,36.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain, saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) naik Rp34 atau 12,50% ke Rp306, saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) naik Rp20 atau 3,60% ke Rp575, dan saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) naik Rp8 atau 2,96% ke Rp278.
Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, yaitu saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) turun Rp205 atau 23,30% ke Rp675, saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) turun Rp7 atau 12,07% ke Rp51, dan saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) turun Rp8 atau 9,41% ke Rp77.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia bergerak stabil pada sesi pagi perdagangan, Jumat usai mengalami tekanan sepanjang pekan ini seiring ketidakpastian perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China. Terpantau indeks Nikkei Jepang meningkat 0,67% dalam pembukaan ketika indeks Topix lebih tinggi 0,47%.
Saham perusahaan game Nintendo jatuh lebih dari 2,5% setelah Morgan Stanley downgraded saham. Sedangkan saham daratan China meningkat di awal sesi dipimpin lonjakan Komposit Shanghai sekitar 0,3% serta Komposit Shenzhen juga mendapatkan tambahan 0,528%.
Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong menguat tipis 0,6%. Pada tempat lain tren peningkatan juga terlihat di indeks Kospi, Korea Selatan yang terpantau 0,37% lebih tinggi saat bursa saham patokan Australia yakni S&P/ASX 200 merangkak 0,7%.
Saham Westpac menurun sekitar 1% setelah Goldman Sachs memotong target harga saham sebesar 10%, menurut Reuters. Sementara secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0,39%.
Sebelumnya pada penutupan, Kamis (21/11) kemarin ditutup ambruk untuk terus merosot sepanjang hari menjelang akhir pekan. Pelemahan IHSG terlihat hingga akhir sesi, usai anjlok -37,75 poin yang setara -0,61% menjadi 6.117,36.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain, saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) naik Rp34 atau 12,50% ke Rp306, saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) naik Rp20 atau 3,60% ke Rp575, dan saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) naik Rp8 atau 2,96% ke Rp278.
Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, yaitu saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) turun Rp205 atau 23,30% ke Rp675, saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) turun Rp7 atau 12,07% ke Rp51, dan saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) turun Rp8 atau 9,41% ke Rp77.
Di sisi lain pasar saham wilayah Asia bergerak stabil pada sesi pagi perdagangan, Jumat usai mengalami tekanan sepanjang pekan ini seiring ketidakpastian perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China. Terpantau indeks Nikkei Jepang meningkat 0,67% dalam pembukaan ketika indeks Topix lebih tinggi 0,47%.
Saham perusahaan game Nintendo jatuh lebih dari 2,5% setelah Morgan Stanley downgraded saham. Sedangkan saham daratan China meningkat di awal sesi dipimpin lonjakan Komposit Shanghai sekitar 0,3% serta Komposit Shenzhen juga mendapatkan tambahan 0,528%.
Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong menguat tipis 0,6%. Pada tempat lain tren peningkatan juga terlihat di indeks Kospi, Korea Selatan yang terpantau 0,37% lebih tinggi saat bursa saham patokan Australia yakni S&P/ASX 200 merangkak 0,7%.
Saham Westpac menurun sekitar 1% setelah Goldman Sachs memotong target harga saham sebesar 10%, menurut Reuters. Sementara secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0,39%.
(akr)
Lihat Juga :